Dihantam COVID-19, Pengangguran di Kabupaten Bandung Meningkat

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 17:42 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Satu tahun lebih sudah COVID-19 menjangkit di Indonesia. Selama itu pula, banyak warga Kabupaten Bandung yang kehilangan pekerjaan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebutkan angka pengangguran terus meningkat sejak COVID-19 melanda. Kenaikan tersebut dinilai berdampak besar karena mempengaruhi ekonomi warga.

"Sebelum COVID angka pengangguran sekitar 5 persen. Setelah dilanda COVID, angka pengangguran kita mencapai 8 - 9 persen," ungkap Dadang ketika mengunjungi PT Gistex Textile Division, Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (26/5/2021).

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, pada 2020 angka pengangguran di Kabupaten Bandung sekitar 8,58 persen. Angka tersebut meningkat sekitar 3,07 persen dari angkat pengangguran tahun sebelumnya sekitar 5,51 persen.

Apabila peningkatan tersebut dikalikan dengan total angka angkatan kerja pada 2020, ada sebanyak 63.771 warga Kabupaten Bandung yang kehilangan pekerjaannya.

"Ini harus menjadi perhatian pemerintah, dan pemerintah harus hadir dan menjadi solusi," ujar Dadang.

Dadang pun menyebutkan sejumlah solusi yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pengangguran. Di antaranya membuka keran investasi di Kabupaten Bandung.

Dengan dibukanya keran investasi diharapkan mampu menyerap tenaga kerja di daerah. Selain itu, perusahaan yang memiliki potensi dan membutuhkan banyaknya pekerja akan disupport oleh pemerintah.

"Di antaranya kita bagaimana bisa mendorong adanya investasi di Kabupaten Bandung. Dan, saya pun berharap dengan adanya pengembangan dari PT Gistex, ini akan mengurangi angka pengangguran Kabupaten Bandung," ujar Dadang.

Dadang pun mengapresiasi langkah sejumlah perusahaan yang tidak memecat karyawannya, menerapkan protokol kesehata yang ketat selama pandemi. Karena, industri di Kabupaten Bandung dinilai sentral agar roda ekonomi tetap berjalan.

"Ini luar biasa, kenapa? Karena dalam masa pandemi ini perekonomian harus tetap jalan," tuturnya.

(mud/mud)