Rancang Batik untuk Super Junior, Ridwan Kamil: Kalau Endorse Mahal

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 18:58 WIB
Yesung dan Leeteuk Super Junior memakai batik rancangan Ridwan Kamil
Leeteuk dan Yesung Super Junior pakai batik Jawa Barat buatan Ridwan Kamil. (Foto: Dok. Instagram Leeteuk dan Yesung Super Junior)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bercerita tentang proses di balik batik yang digunakan oleh dua personel boy band Korea Selatan Super Junior. Ia mengaku diberikannya baju bermotif batik itu atas saran Dubes Korea.

Selama ini, Ridwan Kamil kerap mendesain batik untuk keperluan sendiri. Ia pun membuat desain Garuda Kujang Kencana (GKK) yang motifnya mirip dengan kostum Iron Man. "Yang Iron Man saya posting dan paling laku," ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Selasa (25/5/2021).

Emil, sapaan dia, kerap menjadikan batik rancangannya dan kujang sebagai buah tangan bagi pejabat kenegaraan. Sampai akhirnya, ia menerima kunjungan dan memberikan batik bagi Dubes Korea.

"Saya kasih kain batik eh dia-nya jahit sendiri dan di-posting di akunnya. Intinya dia bangga. Terus dia nanya kalau batik dikasih ke KPop star gimana, saya ya senang saja. Saya atur, dikirim yang agak ramai," ucap Emil.

Ia pun kemudian merancang batik dengan nuansa anak muda, dan dikirimkan kepada Yesung dan Leeteuk. Setelah dirancang, desain batik tersebut kemudian diproduksi oleh Batik Komar Bandung.

"Karena saya tahu, kalau KPop enggak mungkin seperti batik bapak-bapak. Saya kasih dan tidak saya duga juga di-posting di akun pribadinya. Karena kalau pakai teori endorsement mahal, ini adalah contoh hubungan diplomasi yang baik, tidak harus formal seremonial," katanya.

"Bisa menggunakan simbol budaya karena budaya Korea itu adalah musik, film dan fesyen. Kalau musik dan film kan mahal, kalau fesyen kalau terlalu modern apa bedanya dengan yang lain. Bagi saya menjadi spesial karena bukan batik yang saya beli terus kiri, istimewa karena saya yang bikin sendiri," kata Emil.

Ia berharap batik bisa mendunia, sama halnya dengan angklung yang identik dengan Indonesia. "Jangan sampai nanti setelah diklaim negara tetangga baru ramai, dulu-duluan saja. Saya bangga karena saya tidak berharap di-posting seperti ngasih ke dubes saja ya, selesai ekspektasinya," tutur Emil.

(yum/bbn)