ADVERTISEMENT

Ini Nama-Lokasi Penemuan 8 Gunung Api Bawah Laut di Indonesia

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 19:06 WIB
Lokasi Gunung Api Bawah Laut Indonesia
Nama dan lokasi gunung api bawah laut di perairan NTT. (Foto: dok.Badan Informasi Geospasial)
Bogor -

Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama sejumlah kementerian dan lembaga menelaah penemuan delapan dari ratusan gunung bawah laut di Indonesia. Delapan gunung api bawah laut itu tersebar di tiga provinsi dan sudah diberi nama serta didaftarkan ke lembaga dunia.

Koordinator Pemetaan Kelautan BIG Fajar Mugiarto mengungkapkan delapan gunung bawah laut ini lokasinya berada di perairan barat Sumatra, Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur (NTT). "Masing-masing bernama Gunung Baruna Komba, Abang Komba, dan Gunung Ibu Komba yang terletak di NTT. Kemudian ada Gunung Pagai di perairan barat Sumatra. Serta Gunung Naung, Gunung Maselihe, Gunung Roa, dan Gunung Kawio Barat yang terletak di Sulawesi Utara," tutur Fajar kepada detikcom, Rabu (19/5/2021).

Delapan gunung bawah laut yang ditelaah itu telah diajukan BIG untuk dapat dimasukkan ke dalam Gazeter Republik Indonesia. Fajar menjelaskan delapan gunung tersebut masuk kategori gunung berapi. Namun, menurutnya, guna memastikan apakah gunung api bawah laut itu masih aktif atau tidak, harus dikaji lebih lanjut oleh kementerian yang lebih berwenang.

Pada 2020, Badan Informasi Geospasial (BIG) beserta sejumlah kementerian/lembaga (K/L) berhasil mengumpulkan data terkait unsur laut, selat, dan teluk di Indonesia. Dari data yang dikumpulkan, terdapat delapan gunung api bawah laut yang selesai ditelaah.

Penelaahan delapan gunung api bawah laut ini mengacu kepada dokumen B-6 Standardization of Undersea Features Names dari International Hidrographic Organization (IHO). Dari aspek geometri, kedelapan gunung yang ditelaah dapat dikategorikan sebagai gunung bawah laut karena memiliki ketinggian lebih dari 1.000 meter dan memiliki bentuk kerucut.

Sebagai informasi, tahun 2020 merupakan kali pertama bagi BIG menyelenggarakan toponimi untuk unsur di wilayah laut. Kegiatan ini terdiri dari pengumpulan data, penelaahan data, dan pengusulan data untuk dapat disusun di dalam Gazeter Republik Indonesia.

"Fitur-fitur laut Indonesia hingga saat ini belum memiliki nama yang secara resmi disahkan oleh badan yang berwenang, karena itulah perlu dilakukan pendataan," ujar Fajar.

Kegiatan penyelenggaraan toponimi unsur wilayah laut pada 2020 dilakukan pada 28 September-9 Oktober 2020. Adapun yang terlibat dalam pengumpulan dan penelaahan toponimi unsur wilayah bawah laut, yaitu BIG, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

(bbn/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT