Curhat Sopir Bus Bertahan Hidup di Tengah Pandemi: Jual Motor-Burung

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 13:42 WIB
Terminal Cicaheum Bandung.
Foto: Terminal Cicaheum Bandung (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Aktivitas transportasi di Terminal Cicaheum, Kota Bandung kembali menggeliat pada H+2 berakhirnya larangan mudik. Ratusan penumpang dari luar Bandung mulai berdatangan dengan menumpang armada bus AKDP maupun AKAP.

Yono (43), sopir bus jurusan Bandung-Surabaya mengatakan walau sektor transportasi sudah kembali dibuka, keterisian penumpang belum pulih sepenuhnya. Semalam ia hanya membawa sekitar 15-an penumpang dari Surabaya.

"Mungkin penumpang masih pada takut berpergian, memang kondisi sekarang itu susah. Sudah tahun pandemi, saya habis dua sepeda motor dan koleksi burung untuk makan dan kebutuhan sehari-hari," ucap Yono saat ditemui, Rabu (19/5/2021).

Terminal Cicaheum Bandung.Foto: Para penumpang bersiap menaiki bus di Terminal Cicaheum Bandung (Yudha Maulana/detikcom).

Sebelum masa larangan mudik berakhir, Yono mengaku pernah nekat membawa penumpang ke Bandung. Namun, rencana itu tak berhasil karena terkena penyekatan saat hendak melintas ke Jawa Barat.

"Sempat mendapatkan penyekatan di Jawa Barat, penumpang diturunkan," katanya.

Pantauan detikcom, bus lintas daerah dalam provinsi dan bus lintas provinsi hilir mudik masuk ke dalam Terminal Cicaheum. Terlihat juga calon penumpang yang hendak berangkat ke berbagai tujuan.

Staf Tata Usaha Terminal Cicaheum Hamdani mengatakan hingga Selasa (18/5/2021) kemarin malam, sebanyak 81 bus tiba di Cicaheum dengan membawa 877 penumpang. Sementara armada yang berangkat sebanyak 94 bus dengan membawa 364 penumpang baik bus AKAP maupun AKDP.

Terminal Cicaheum Bandung.Foto: Para penumpang berjalan di tengah bus yang terparkir di Terminal Cicaheum Bandung (Yudha Maulana/detikcom).

"Lebih sedikit sekarang dibandingkan waktu normal, kurang lebih 25-30 persen tidak adanya. Jadi kalau dari 100 persen, paling sekarang itu baru 70 persen," kata Hamdani.

Hamdani mengatakan untuk tujuan di dalam provinsi, mayoritas menuju Tasikmalaya, Kuningan dan Indramayu. Sedangkan untuk armada lintas provinsi paling banyak ditumpangi penumpang dengan tujuan Malang, Surabaya, Solo dan Jepara.

"Puncaknya kisaran tanggal 23 Mei. Memang masyarakat aturan tersendiri selain dari larangan mudik harus melengkapi persyaratan dokumen kesehatan," ujar Hamdani.

Simak Video: Penumpang Diminta Turun dari Bus Karena Langgar Prokes

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mso)