Masuk Zona Oranye COVID-19, Semua Objek Wisata di Karawang Ditutup

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Rabu, 19 Mei 2021 11:46 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Karawang -

Pemkab Karawang mengeluarkan kebijakan menutup semua objek wisata sementara waktu. Langkah ini diambil lantaran masuk zona oranye COVID-19.

Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, atas arahan presiden, bagi wilayah masuk kategori zona merah, dan oranye dalam penyebaran COVID-19, harus menutup semua kawasan pariwisata, dan keramaian.

"Jadi Karawang termasuk zona oranye, atas arahan presiden itu, mulai hari ini, semua kawasan pariwisata ditutup, juga pusat keramaian," katanya Aep saat dihubungi melalui telepon selular, Rabu (19/5/2021).

Lanjutnya, pemerintah Karawang, juga melalui surat edaran nomor 556/2779-Disparbud Karawang, telah mengintruksikan kepada semua pengelola pariwisata, agar tidak membuka wisatanya.

"Kami juga sudah buat surat edaran nya, seluruh tempat wisata di Karawang mulai hari ini ditutup. Hal tersebut sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mencegah penyebaran virus corona dari klaster tempat wisata," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana, menambahkan, langkah penutupan ini setelah melihat jumlah pengunjung wisata yang membeludak di sejumlah tempat wisata.

"Atas kondisi tersebut, pihak pengelola wisata dan masyarakat pun mau tidak mau harus mematuhinya," katanya.

Ia juga mengatakan, salah satu pertimbangan ditutupnya tempat wisata juga sesuai dengan arahan presiden.

"Surat pemberitahuan penutupan tempat wisata sudah ditandatangani oleh Bupati Karawang, ibu Cellica Nurrachadiana dan diberikan kepada seluruh pengelola wisata di Karawang," ujar Fitra.

Surat edaran penutupan tempat wisata tersebut, selain menutup tempat wisata, sejumlah rumah makan dan tempat yang menyebabkan kerumunan akan ditutup.

"Dari tanggal 17 Mei sampai 30 Mei tempat wisata ditutup," katanya.

Selain itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karawang Yudi Yudiawan mengakui, keputusan pemerintah menutup tempat wisata sudah dipahami oleh pengelola wisata.

"Mereka sudah mengerti dan berharap agar situasinya bisa membaik," kata Yudi melalui WhatsApp.

(mud/mud)