Dukung Palestina, Buruh Jabar: Bawa Israel ke Pengadilan Internasional

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:55 WIB
Buruh di Jabar gelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Gedung Sate
Foto: Buruh di Jabar gelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Gedung Sate (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Ratusan buruh yang berasal dari berbagai serikat pekerja di Jawa Barat melakukan aksi solidaritas di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Mereka menggelar aksi dukungan untuk Palestina yang kini tengah digempur agresi Israel sejak sepekan yang lalu.

Pantauan detikcom, buruh yang berunjuk rasa datang dengan mengenakan atribut bercirikan negara Palestina. Pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas di depan Gedung Sate agar tak terjadi penumpukan antrean kendaraan.

"Hari ini gabungan serikat-serikat buruh Jawa Barat hari ini aksi bukan tentang perburuhan, tetapi hari ini kita melakukan aksi adalah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina yang beberapa hari ke belakang diserang oleh Israel dan beberapa warga negara sipil anak-anak kemudian perempuan meninggal dunia," ujar koordinator aksi buruh Ajat di sela aksi.

Ajat mengatakan, buruh pun mengecam serangan dan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Palestina. Dilansir Aljazeera (18/5), korban jiwa yang tewas telah mencapai 212 jiwa. 61 korban di antaranya adalah anak-anak.

"Dan kita mengecam serangan yang dilakukan oleh Israel kepada Palestina maka kaum buruh hari ini menyuarakan dukungan kepada rakyat Palestina dan meminta pemerintah Indonesia melalui Presiden Republik Indonesia untuk mendesak PBB segera mengambil sikap tindakan yang tegas dan membawa Israel ke pengadilan internasional karena ini pelanggaran HAM yang berat dan pelanggaran perang karena di mana dalam pelanggaran perang itu tidak boleh membunuh warga sipil dan tidak boleh membunuh anak-anak, tapi faktanya hak puluhan anak-anak meninggal dunia," kata Ajat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum turut mengecam Israel bersama buruh. Menurut Uu, penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan yang tercantum dalam UUD 1945.

"Kita sebagai Umat Islam, di Palestina mayoritas Islam. Wajar bila ada satu Umat yang tersakiti, kita juga turut merasakan kesakitannya," kata Uu di atas mobil komando buruh.

Terlepas dari isu agama pun, kata Uu, sebagai sesama umat manusia seharusnya warga dunia pun harus bergerak untuk menghentikan pelanggaran HAM. "Harus kita bela, karena kita umat yang ada di dunia, di Indonesia. PBB harus bersikap dan bertindak adil," ujarnya.

(yum/mso)