Pilu Gadis Difabel Pandeglang, Lahir dari Hubungan Terlarang-Dicabuli Ayah

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 11:23 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Pandeglang -

Seorang gadis difabel sebut saja Bunga (16) asal Kecamatan Bojong, Pandeglang, Banten harus menanggung malu setelah dicabuli oleh 3 orang. Bunga, ternyata lahir dari seorang ibu yang nasibnya juga sama sebagai korban pemerkosaan.

Kisah ini bermula saat ibu kandung Bunga, MY memiliki seorang kakak perempuan berinisal MM. Kakak perempuan ibu kandung korban ini kemudian dipersunting oleh JM yang tak lain merupakan salah satu pelaku pencabulan terhadap Bunga.

"Ibunya korban ini dulu tinggal bareng satu rumah sama pelaku dan kakak perempuannya yang sudah menikah. Kondisi ibunya juga sama punya kekurangan, dia bisu dan tuli," kata Hendra Wahyudi, kepala desa di tempat tinggal Bunga saat dihubungi detikcom, Selasa (18/5/2021).

Saat tinggal bersama di satu rumah inilah kejadian pilu harus dialami ibu kandung Bunga, MY. Bahkan saat itu, warga yang telah mengetahui perbuatan terlarang itu sampai mengusir mereka hingga pindah ke desa sebelah.

"Kejadiannya belasan tahun yang lalu, saya juga sudah lupa lagi tepatnya kapan. Waktu itu mereka kan tinggal bukan di desa saya, setelah ketahuan ada hubungan terlarang itu, mereka diusir sama warga terus pindah ke desa saya," ujar Hendra.

"Karena kejadiannya di desa sebelah, info yang saya terima mereka (MY dan JM) dinikahkan siri. Jadi, dicandung lah adik-kakak sama si JM ini," tuturnya.

Dari hubungan terlarang antara JM dengan MY, lahirnya Bunga dengan kondisi sama-sama difabel. Sementara, dari pernikahannya dengan kakak ibu kandung Bunga, JM sudah dikaruniai 4 orang anak.

Begitu Bunga beranjak menjadi seorang gadis, nafsu bejat JM malah dia lampiaskan terhadap anak hasil pernikahan siri dengan ibu kandung korban tersebut. Aksi yang terjadi pada 2013 ini sempat diketahui oleh warga sekitar namun akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

"Kasus ini sebetulnya terulang lagi, dulu pernah kejadian pas tahun 2013. Korbannya itu anak kandung pelaku dari pernikahan siri dia sama adik ipar istri sahnya," ungkap Hendra.

Penderitaan Bunga rupanya tidak selesai sampai di sana. Pamannya sendiri berinisial SK alias Sarkod (35) dan tetangganya UK (30) malah tega melampiaskan nafsu bejat mereka terhadap gadis difabel tersebut.

Meski sempat mengalami trauma, korban akhirnya mau buka suara dan melaporkan aksi pemerkosaan yang dilakukan 3 pria bejat tersebut. Mereka kemudian diamankan ke kantor polisi dan dimintai keterangan lebih lanjut.

"Akibat kejadian ini, keluarga mereka sekarang sudah murka. Mereka bahkan ngomong ke saya enggak bakal nengok, besuk sampai enggak mau bantu kalau memang betul dinyatakan bersalah," terangnya.

"Kata keluarganya, kalau nanti sudah keluar dari penjara, keluarga mereka sudah niat mau mengusir. Rencananya mau dikembalikan ke tempat awalnya di desa sebelah, atau kemana lah, udah malu soalnya," tambahnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku diancam Pasal 81 jo 76D dan atau Pasal 82 jo 76E UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

(mud/mud)