Bupati Kuningan Prihatin Kunjungan Wisatawan Tak Terkendali

Bima Bagaskara - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 19:51 WIB
Bupati Kuningan Acep Purnama.
Bupati Kuningan Acep Purnama (Foto: Bima Bagaskara)
Kuningan -

Bupati Kuningan Acep Purnama mengaku prihatin atas membludaknya wisatawan yang datang ke Kabupaten Kuningan pada momen libur lebaran ini. Ia mengatakan wisatawan yang datang bahkan sudah tidak terkendali.

"Kita prihatin atas banyaknya kunjungan di titik wisata tertentu," kata Acep disela-sela monitoring lokasi objek wisata bersama Forkompinda Kabupaten Kuningan pada Minggu (16/5/2021).

Atas situasi itu Acep telah meminta komitmen dari pengelola objek wisata untuk mentaati aturan pembatasan pengunjung yang maksimal hanya 50 persen dari kapasitas.

"Kita mengimbau mereka (wisatawan) tidak berkerumun dan meminta pengelola untuk untuk konsekuen serta komitmen, membatasi kapasitas maksimal 50 persen," tegas Acep.

Acep bahkan mengancam akan menutup objek wisata yang kedapatan tidak bisa mengikuti aturan pembatasan pengunjung dan mewanti-wanti pengelola agar tidak mengambil momen libur lebaran untuk menampung pengunjung sebanyak-banyaknya.

"Jangan sampai kapasitasnya dilebihi mumpung momen lebaran. Saya melihat (pengunjung) tidak terkendali. Kita akan mencegah bila perlu melakukan pembubaran sampai bahkan penutupan," tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy mengungkapkan hari ini diprediksi merupakan puncak dari animo masyarakat yang ingin berwisata di Kabupaten Kuningan.

"Hari ini karena libur terakhir, diprediksi animo masyarakat membludak dan khawatir sekarang puncaknya, jadi kita ingin mengendalikan wisatawan agar tidak berkerumun," ucap Nuzul.

Ia pun mengingatkan agar jangan sampai momen libur lebaran di tengah pandemi ini bisa menjadi klaster baru penyebaran COVID-19.

"Jangan sampai objek wisata menjadi klaster baru akibat kerumunan yang tidak terkendali. Jadi kami memberi arahan agar semua pihak bisa sama-sama mengendalikan, kalau sudah diperingatkan namun belum bisa mengendalikan tentu kita akan tutup," pungkasnya.

(mud/mud)