Meski Ditutup, Ribuan Kendaraan Berusaha Masuk ke Kawasan Wisata Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 16 Mei 2021 13:15 WIB
Ribuan kendaraan masih berusaha masuk ke kawasan wisata Sukabumi
Ribuan kendaraan masih berusaha masuk ke kawasan wisata Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi -

Kebijakan Pemkab Sukabumi dengan menutup kawasan wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi tidak berdampak banyak.

Pantauan detikcom sejak pagi sekitar pukul 05.00 WIB hingga siang sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah kendaraan dari luar daerah masih berusaha masuk ke kawasan wisata.

Kondisi ini membuat aparat gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP dan Dishub bekerja ekstra keras. Sejumlah akses masuk menuju Palabuhanratu di Simpangratu, Kecamatan Cibadak bahkan sengaja ditutup menggunakan water barrier.

Pagi tadi, kendaraan roda dua dan empat yang berharap kelengahan petugas terlihat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan dekat dengan lokasi penyekatan di Simpangratu. Mereka tetap berharap bisa masuk melalui jalur tersebut.

"Sudah dari jam 01.00 WIB, sampai sekarang pukul 05.00 WIB masih belum ada tanda-tanda petugas bergeser dari lokasi penyekatan. Saya sengaja berangkat malam dari Jakarta, karena memang sudah janji mau ajak liburan anak dan istri," kata pria inisial An, warga Jakarta Selatan ditemui di dekat Simpangratu, Minggu (16/5/2021).

An masih beruntung membawa mobil, tiga anggota keluarga yang ia bawa bisa tertidur pulas di dalam kendaraan berbeda dengan wisatawan yang sengaja datang rombongan menggunakan motor, mereka memilih membentangkan dus bekas dan kain sarung menunggu blokir jalan dibuka.

Siang ini, beberapa wisatawan yang datang menggunakan Pickup terlihat berhasil lolos melalui jalan tikus masuk ke kawasan Palabuhanratu. Namun mereka tidak bisa menghindari penyekatan di Simpang Batu Sapi tepatnya jalan masuk ke Jalan Siliwangi dan Jalan Ahmad Yani yang ditutup total, alhasil kendaraan mereka diputar balik petugas.

Akibat penyekatan itu arus lalu lintas menuju Palabuhanratu maupun sebaliknya padat merayap, mulai dari Jalan Bagbagan, Jalan Jayanti hingga jalan Batu Sapi atau pertigaan Tugu Jangilus. Tidak sedikit pengendara bermotor dan mobil memaksa merangsek masuk dan protes agar dapat melewati penyekatan.

"Penyekatan hari ini yang kita laksanakan di tujuh titik, antara lain di Pos Gunung Butak, Pos PDAM, Simpang SMP 3 Palabuhanratu, simpang Satpol-PP, Simpang Dakmar, Batusapi, Jangilus dan Bagbagan," ujar PLT Kasubag Tata Usaha Dinas Perhubungan (Dishub) UPTD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Moelyana kepada wartawan.

Ia mengaku pengendara kendaraan bermotor maupun mobil banyak yang protes dan memaksa masuk melewati penyekatan dengan berbagai alasan.

"Ya, banyak yang protes, mungkin karena mereka jauh-jauh dari luar daerah ingin berwisata ke Palabuhanratu. Banyak yang ditemui kecewa, tetapi di sisi lain penyekatan ini merupakan instruksi pak bupati khawatir ada peningkayan Covid-19," jelas Moelyana.

Diberitakan sebelumnya, kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu akhirnya ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. Wisatawan yang sudah datang dan mendirikan tenda akan dibubarkan dan dipulangkan ke daerah masing-masing.

Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif mengatakan penutupan ini berdasarkan instruksi Bupati Sukabumi Marwan Hamami. Mulai Sabtu (15/5/2021) malam, pihaknya bersama Dandim 0607 Letkol Arm. Suyikno "menguras" sejumlah wisatawan yang masih berada di kawasan objek wisata Geopark Ciletuh Palabuhanratu.

"Tadi pak bupati melakukan analisa dan evaluasi karena arus dari arah Bogor, Jakarta, Banten itu deras menuju lokasi wisata pantai. Pak bupati antisipasi, beliau meminta saya dan pak dandim bersama dinas pariwisata untuk melakukan penutupan," kata Lukman kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Simak juga 'Ogah Diputar Balik, Pengendara Pelat B Ini Maki Petugas di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/mud)