Ratusan Kendaraan Luar Bandung Raya yang Masuk Lembang Diputarbalik

Whisnu Pradana - detikNews
Sabtu, 15 Mei 2021 15:48 WIB
Mobil luar Bandung Raya diputar balik di Lembang
Foto: Whisnu Pradana
Bandung Barat -

Ratusan kendaraan yang menuju ke arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dari arah Subang diputarbalikkan oleh petugas kepolisian di titik penyekatan Cikole, Lembang.

Kendaraan yang mayoritas bernomor polisi T, B, serta E itu disinyalir akan berwisata di Lembang. Apalagi pada Sabtu (15/5/2021) ini merupakan hari pertama pembukaan lagi objek wisata di Bandung Barat usai ditutup selama sepekan.

Kapolsek Lembang Kompol Sarce Christiaty Leodima mengatakan tidak ada toleransi untuk kendaraan luar Bandung Raya bisa masuk ke wilayah Bandung Raya selama masa pelarangan mudik.

"Tidak ada toleransi untuk kendaraan luar daerah (Bandung Raya). Wisatawan luar daerah semua kita putar balik. Jadi wisatawannya lokal saja," ungkap Sarce kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Ketegasan petugas gabungan untuk memutarbalik kendaraan wisatawan sendiri lantaran kasus penyebaran COVID-19 di wilayah Bandung Barat sempat meningkat bahkan membuat Bandung Barat masuk zona merah pekan lalu. Beruntung saat ini risiko penyebaran COVID-19 di Bandung Barat cenderung menurun hingga akhirnya kembali ke zona oranye.

"Kenapa tidak ada toleransi, karena kami baru saja selesai zona merah. Jika kami beri toleransi, maka kami membuka peluang kembali KBB masuk ke zona merah. Untuk itu kami tidak ada toleransi bagi masyarakat luar daerah untuk masuk ke Lembang," jelas Sarce.

Sementara itu, arus lalulintas di kawasan wisata Lembang sendiri mengalami peningkatan volume kendaraan hingga 15 persen ketimbang hari biasanya.

Kendati ada peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas di kawasan Lembang masih dalam tingkat normal. Belum terlihat ada penumpukan atau kemacetan sepanjang ruas jalur wisata.

"Betul ada peningkatan volume kendaraan dibanding hari kemarin. Diperkirakan peningkatan volume kendaraan sebanyak 15 persen dibanding kemarin," terangnya.

Sementara itu pemilik obyek wisata Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Lembang Eko Supriyanto mengatakan pada prinsipnya pengelola wisata akan tetap membuka pintu bagi siapapun yang hendak berkunjung ke obyek wisatanya.

"Untuk di perusahaan kami siap melayani wisatawan dari mana saja. Tidak membedakan dari daerah mana mana. Kami siap menerima wisatawan dari mana pun," kata Eko.

"Mengenai pembatasan tamu luar Bandung Raya itu ada kewenangan di Kepolisian dan Dishub. Pembatasan memang ada kerugian bagi kami tapi ada keuntungan COVID-19 tidak terus menjalar," ujar Eko menambahkan.

(ern/ern)