H-1 Lebaran, Pasar Tradisional di Majalengka Diserbu Warga

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 15:56 WIB
Warga Majalengka serbu pasar jelang Lebaran
Foto: Warga Majalengka serbu pasar jelang Lebaran (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka -

Satu hari menjelang Lebaran warga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berbondong-bondong menyerbu pasar tradisional untuk membeli berbagai macam kebutuhan pokok. Kondisi itupun membuat pasar tradisional penuh sesak dipadati warga.

Seperti yang terjadi di Pasar Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi pada Rabu (12/5/2021). Tampak ratusan warga berdesakan untuk berburu kebutuhan pokok tanpa bisa menjaga jarak.

Lapak penjual daging sapi, daging ayam, sembako, ketupat hingga penjual bunga untuk ziarah menjadi yang paling sering didatangi warga.

Petugas keamanan Pasar Cibolerang yang berjaga tidak bisa berbuat banyak melihat warga yang berdesakan untuk berbelanja. Mereka hanya bisa mengimbau warga untuk menjaga protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Daspin selaku Wakil Kabag Umum Pasar Cibolerang mengungkapkan pihaknya tidak bisa membendung animo warga yang menyerbu pasar untuk berbelanja. Pasalnya, kata dia, hal itu sudah menjadi tradisi masyarakat jelang Lebaran.

"Animo masyarakat untuk belanja kebutuhan lebaran sangat tinggi, kita tidak bisa membendung keinginan tersebut," kata Daspin saat diwawancarai.

Namun sesuai anjuran pemerintah pihaknya terus memberikan imbauan baik melalui pengeras suara maupun secara door to door agar warga yang berbelanja memakai masker dan sebisa mungkin menjaga jarak.

"Hampir setiap hari kami tidak bosan mengimbau pengunjung maupun pedagang pasar untuk menerapkan protokol kesehatan. Wajib memakai masker, bawa sanitizer dan jaga jarak," ucapnya.

Meski dipadati warga jelang Lebaran namun, kata Daspin jumlah pengunjung ke Pasar Cibolerang jelang lebaran tahun 2021 ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu menurutnya tidak terlepas dari kondisi pandemi COVID-19 yang sangat berdampak pada ekonomi masyarakat. Menurunnya pengunjung yang datang pun berimbas pada berkurangnya pendapatan para pedagang.

"Tentunya dengan kondisi yang ada seperti ini kami prihatin pendapatan pedagang sekarang menurun hingga 50 persen terutama pedagang sandang. Kalau pedagang sembako tidak terlalu," ujar Daspin.

Untuk itu pihak pasar sendiri telah menganjurkan pedagang sandang agar bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan dagangannya.

"Ini juga sebagai salah satu upaya peningkatan daya beli masyarakat di mana selama masa pandemi COVID-19 masyarakat lebih memilih belanja secara online," jelasnya.

"Sekarang juga tidak ada lagi pembatasan jam operasional pasar, semoga bisa melonggarkan pengunjung untuk datang ke pasar. Sehingga pedagang pakaian bisa lebih diuntungkan," ujar Daspin.

(mso/mso)