H-1 Lebaran, Pusat Perbelanjaan di Bandung Lebih Lengang

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 14:01 WIB
Suasana di salah satu pusat perbelanjaan Bandung di H-1 Lebaran
Foto: Suasana di salah satu pusat perbelanjaan Bandung di H-1 Lebaran (Yudha Maulana/detikcom).
Bandung -

Kondisi pusat perbelanjaan di sekitar Alun-alun Kota Bandung terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya. Walau begitu, terlihat warga masih hilir mudik baik untuk belanja atau sekadar jalan-jalan.

Pantauan detikcom, Rabu (12/5/2021) pada pukul 13.30 WIB tidak terlihat adanya antrean pengunjung yang mengular baik di Kings atau Yogya Kepatihan. Suasana di Jalan Dalem Kaum pun tetap ramai, tapi tak sepadat biasanya.

Sementara itu di Jalan Asia Afrika yang biasanya ramai oleh warga, terlihat lengang. Hanya terlihat sejumlah cosplayer berkostum hantu yang berusaha menghibur warga, juga aparat keamanan yang akan mengamankan aksi unjuk rasa.

Untuk mengantisipasi adanya kunjungan ke pusat perbelanjaan yang meningkat, Pemkot Bandung pun kian meningkatkan antisipasi. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah memastikan akan menambah petugas untuk mengawasi mal dan pusat perbelanjaan hingga H+3 Idulfitri 1442 Hijriah.

"Kami terjunkan semua petugas yang ada yaitu 72 orang petugas di beberapa mal yang potensi kunjungan tinggi. Kami harus waspada sampai setelah lebaran. Apalagi warga Kota Bandung tidak boleh mudik, artinya sebagian besar ada di Kota Bandung," ucap Elly di Taman Sejarah Kota Bandung, dalam keterangannya.

Suasana di salah satu pusat perbelanjaan Bandung di H-1 LebaranSuasana kawasan Jalan Asia Afrika Bandung di H-1 Lebaran (Foto: Yudha Maulana/detikcom).

Selain itu, Elly juga sudah menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk ikut menerjunkan petugasnya ke lapangan. Ia menuturkan, para pengelola 23 mal dan ritel yang diwakili oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) DPD Jawa Barat sudah mendapatkan peringatan keras saat dipanggil dalam rapat koordinasi di Mapolrestabes Bandung pada 3 Mei 2021 lalu.

Dalam kesempatan yang sama, lanjut Elly, para pengelola mal dan ritel ini juga sepakat, ketika ditemukan pelanggaran terhadap aturan selama penanganan COViD-19 maka tempat usahanya akan ditutup dalam kurun waktu dua pekan.

"Tapi setelah itu, sudah tidak ada peringatan. Maka kami akan eksekusi kalau ada pelanggaran. Kalau ada pelanggaran baik itu prokes, kapasitas pengunjung, atau jam operasional, kami tidak segan akan merekomendasikan ditutup atau disegel selama 14 hari dan denda Rp500 ribu," ujarnya.

Sejauh ini, Elly melihat, mal dan ritel yang memiliki kunjugan tinggi mampu menerapkan aturan sesuai standar protokol kesehatan. Namun, sebagai konsekuensinya terjadi kepadatan di pintu masuk lantaran pengelola membatasi jumlah kunjungan hanya 50 persen dari kapasitas.

Kepala Bidang Hukum dan Hubungan Antar Lembaga pada Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD Jawa Barat Rully menyatakan, 23 mal di Kota Bandung siap mengikuti aturan termasuk dengan konsekuensi yang ditempuh apabila terjadi pelanggaran.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar memahami kondisi dan situasi terkini di lapangan. Yakni perihal adanya penyesuaian prosedur di mal dan ritel terkait protokol kesehatan.

"Kita berkomitmen 100 persen dengan peraturan pemerintah kota. Kita siap bekerja sama, berkonsultasi dan mohon bimbingan. Tapi tidak hanya di bulan Ramadan saja, bagaimana ini tidak terjadi di tahun berikutnya? Masyarakat dalam hal ini juga perlu diedukasi," kata Rully.

(yum/mso)