475 Pemudik Lolos Penyekatan Masuk ke Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:49 WIB
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
Foto: Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata (Istimewa).
Pangandaran -

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mencatat pemudik yang pulang ke Pangandaran sebanyak 475 orang. Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan minimnya jumlah pemudik ini menjadi pertanda kesuksesan operasi penyekatan atau larangan mudik yang dilakukan pemerintah.

"Total pemudik tercatat 475 orang itu terhitung sejak tanggal 22 April 2021. Kalau yang datang di masa operasi penyekatan dimulai atau tanggal 6 Mei, sekitar 100 orang," kata Jeje, Senin (10/5/2021).

Angka ini jauh berbeda dengan jumlah pemudik yang pulang pada Lebaran tahun lalu. Lebaran awal pandemi tahun lalu tercatat 5.000 lebih perantau yang pulang.

"Itu berarti penyekatan bisa menekan pemudik secara signifikan," kata Jeje.

Dia berharap jumlah pemudik ini tidak bertambah, karena Lebaran masih menyisakan waktu 2 hari lagi. "Ya mudah-mudahan tak bertambah, masih ada 2 hari lagi. Semoga saja perantau asal Pangandaran bisa menyadari dan patuh terhadap larangan mudik," kata Jeje.

Pemudik yang terlanjur datang, menurut Jeje langsung menjalani isolasi mandiri dan diawasi oleh Satgas COVID-19 tingkat desa. "Mereka juga menjalani rapid tes antigen. Sejauh ini belum ada yang positif," kata Jeje.

Selain itu Pemkab Pangandaran juga mengeluarkan imbauan pelaksanaan salat Idul Fitri di ruangan terbuka dengan memberlakukan jaga jarak. "Pemkab tak akan gelar salat Ied, tak ada open house. Silahkan salat Ied di lingkungan masing-masing tapi perketat Prokes. Di luar ruangan saja, agar bisa jaga jarak," kata Jeje.

Dia juga mengingatkan ASN di Pemkab Pangandaran agar tidak mudik. Menurutnya para ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Yani Ahmad Marzuki mengatakan kasus konfirmasi positif Corona di Pangandaran saat ini tercatat sebanyak 98 orang, 19 diantaranya dirawat di RSU sementara sisanya menjalani isolasi mandiri.

"Kami belum menerima adanya laporan terjadinya klaster penularan dari pemudik," kata Yani.

(mso/mso)