Kantor Staf Presiden Minta Petugas Tetap Humanis Halau Pemudik

Sudirman Wamad - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 18:08 WIB
Penyekatan Pemudik di Cirebon
Kantor Staf Presiden saat meninjau penyekatan pemudik di Kota Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Penyekatan larangan mudik sudah berlangsung selama tiga hari ini. Kantor Staf Presiden (KSP) RI meminta agar aparat tetap bertindak humanis saat menghalau para pemudik.

"Evaluasinya ada tetap terus dilaksanakan. Ini kan euforia orang (pemudik) sangatlah emosional. Jadi, pihak kepolisian dan petugas lainnya harus tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis," kata Tenaga Ahli Utama Kedeputian Bidang Informasi dan Komunikasi Politik KSP RI Joko kepada awak media saat meninjau penyekatan pemudik di Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/5/2021).

Joko memastikan setiap daerah melaksanakan penyekatan larangan mudik. Namun, ia menyadari tak semua pemudik berhasil dihalau atau diputarbalikkan ke daerah asalnya.

"Kita prinsipnya tidak bisa seratus persen menahan orang untuk tidak mudik. Tetapi upaya ikhtiar pemerintah untuk menahan agar tidak mudik, dibarengi juga dengan pengorbanan masyarakat agar tidak mudik," kata Joko.

Larangan mudik ini, lanjut Joko, salah satu upaya ikhtiar pemerintah untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Sehingga, jika tidak ada larangan mudik, ada kurang lebih 20 juta orang dalam satu minggu melakukan mobilisasi.

"Maka yang kita pastikan hari ini, larangan mudik itu terjadi dan memastikan protokol serta prosedurnya dengan kepala daerah, kepolisian dan TNI. Yang pasti kami mengapresiasi, memberikan dukungan moral kepada yang bertugas di lapangan," ujar Joko.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis mengaku akan terus berupaya melalukan penyekatan larangan mudik semaksimal mungkin. Azis mengatakan masyarakat sejatinya harus legawa dengan kebijakan larangan mudik. Sebab, kebijakan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan kesehatan masyarakat.

"Jangan sampai (pemudik) lolos di titik A, kemudian bertahan di titik selanjutnya. Lanjut lagi, bertahan lagi dan seterusnya. Ini merugikan pemudik. Penyekatan ini berlapis. Pemerintah tidak main-main" katanya.

"Kami tak ingin membuat masyarakat kesusahan karena tak sabar ingin mudik," ujar Azis menambahkan.

Simak video 'Jubir: Jokowi dan Seluruh Menteri Tidak Mudik':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)