Objek Wisata KBB Ditutup, Hotel-Restoran Bakal Mati Suri Lagi?

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 15:45 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto: Ilustrasi Corona (Getty Images/BlackJack3D).
Bandung -

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menutup objek wisata mulai 7 hingga 14 Mei 2021. Penutupan dilakukan buntut dari kembali masuknya Kabupaten Bandung Barat sebagai zona merah atau wilayah dengan risiko penyebaran COVID-19 yang tinggi.

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Bandung Barat Eko Suprianto mengatakan imbas dari penutupan objek wisata itu akan membuat hotel dan restoran kembali mati suri. Sedianya geliat sektor ekonomi dan hotel belum pulih.

"Dengan adanya penutupan objek wisata, dampaknya ke perusahaan hotel dan restoran akan sepi. Karena hotel dan restoran itu kan yang menyangga objek wisata. Mau ke restoran atau hotel juga ngapain? kan objeknya juga tidak ada," ucap Eko saat dihubungi detikcom, Jumat (7/5/2021).

Eko memprediksi kondisi ini akan berlangsung seperti tahun pertama pandemi. Saat itu, kata Eko, banyak pengusaha hotel dan restoran yang mengurangi jumlah karyawan, bahkan menutup operasionalnya karena biaya operasi yang besar.

Terlebih penutupan objek wisata akan berlangsung hingga H+1 Idul Fitri. "Mungkin sama dengan tahun lalu, tapi kita juga masih memantau karena barangkali ada kebijakan lain," ujar Eko.

Ia berharap kondisi seperti ini tak berlarut-larut. Dia juga berharap pemerintah bisa lebih komunikatif dengan para pengusaha.

"Bukan hanya melarang buka tutup, tapi juga bisa dicarikan solusinya. Saat ini setelah setahun lebih manusia bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru, di lingkungan juga. Jadi menurut kami lebih tepatnya itu dikontrol," ucapnya.

Sementara itu pengelola tempat wisata Sanghyang Kenit Doddy mengatakan banyak warga desa di Kecamatan Rajamandala, khususnya di Cisameng yang menggantungkan hidupnya dari dibukanya objek wisata alam.

"Ada beberapa warga yang memanfaatkan lokasi wisata Kenit tersebut sebagai wadah usaha di kampung," ujar Doddy kepada detikcom.

Doddy mengatakan di lokasi wisata terdapat pedagang yang mencari nafkah dari geliat wisata Sanghyang Kenit. Belum lagi, para pengelola wisata berjumlah 45 orang yang mayoritas merupakan warga sekitar.

"Dari 45 itu ada yang memang menggantungkan hidupnya dari lokasi Kenit. Salah satunya Kang Endin yang disapa Godeg, beliau itu satu-satunya lahan pekerjaan hanya di lokasi Kenit sebagai pemandu dan enggak ada pekerjaan lain lagi," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat Heri Partomo mengatakan penutupan objek wisata tersebut sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

"Resmi kita tutup (objek wisata). Alasan utamanya karena Bandung Barat masih zona merah COVID-19, jadi mau tidak mau sesuai pusat, kita harus tutup objek wisata di KBB selama seminggu," ungkap Heri, Jumat (7/5/2021).

Heri menyebut penutupan objek wisata selama sepekan ke depan bakal mengikuti hasil evaluasi zona wilayah terbaru yang keluar setiap pekan. Jika masih bertahan di zona merah, penutupan kemungkinan akan diperpanjang.

"Kalau membaik kita keluarkan lagi kebijakan baru soal wisata. Tapi kalau masih merah, mau tidak mau perpanjang lagi, kita upayakan selama seminggu. Tapi mudah-mudahan segera membaik," terangnya.

(yum/mso)