Halau Pemudik, 223 Pos Penyekatan Didirikan di Bogor

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 19:48 WIB
Kendaraan yang melintas di Kabupaten Bogor diperiksa petugas di pos penyekatan pemudik Bogor.
Foto: Kendaraan yang melintas diperiksa petugas di pos penyekatan pemudik Bogor (Istimewa).
Bogor -

Sebanyak 223 pos penyekatan dan pengamanan didirikan untuk menghalau pemudik yang masuk maupun melintas di Kabupaten Bogor. Tidak hanya di jalur utama, pos juga didirikan di jalur-jalur tikus yang disinyalir digunakan pemudik untuk melintas.

223 pos penyekatan itu terdiri dari 8 titik di perbatasan wilayah Kabupaten Bogor, 197 di jalur-jalur tikus, Pos PAM 12 titik, pos pengamanan jalur wisata 4 titik, serta pos utama dan pelayanan masing-masing 1 titik.

"Jadi total ada 223 pos yang didirikan untuk menyekat pemudik, juga pos penegakan protokol kesehatan yang dibangun di titik-titik keramaian, seperti pusat perekonomian, jalur wisata, baik saat hari raya maupun pasca hari raya," kata Kapolres Bogor AKBP Harun, Rabu (5/5/2021).

Harun menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai langkah Polri dan instansi terkait dalam mendukung kebijakan pemerintah mengenai larangan mudik yang resmi diberlakukan mulai 6 Mei-17 Mei 2021.

"Langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis akan kita kedepankan sehingga masyarakat dapat dengan betul-betul mematuhi aturan yang diberlakukan selama masa pandemi Covid ini," kata Harun.

Dalam pelaksanaannya, kata Harun, sebanyak 1.641 personil gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, dan Dinkes Kabupaten Bogor dikerahkan untuk ditempatkan di ratusan titik sekat dan titik pantau di Kabupaten Bogor.

"Kami harapkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat mendukung kebijakan pemerintah ini sebagai upaya menghentikan laju penularan COVID-19," imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bogor AKP Fitria Zuanda mengatakan, pengawasan terhadap pergerakan pemudik akan dilakukan selama 24 jam. Hal itu untuk mengantisipasi pergerakan pemudik di malam hari.

"Pengawasan dilakukan selama 24 jam, ini untuk antisipasi pemudik nakal yang manfaatkan kelengahan di malam hari. Pengawasan kita lakukan di jalur utama dan jalur tikus," ujar Fitria.

"Baik roda dua maupun roda empat, juga angkutan baik travel maupun angkutan umum semua akan kami awasi selama 24 jam nonstop. Operasi ini baru akan diberlakukan dini hari nanti," ucapnya.

(mso/mso)