Protes Ditertibkan, Pedagang Bentrokan dengan Satpol PP Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 18:20 WIB
Cianjur -

Diduga dipicu kesalahpahaman, petugas Satpol PP dan sejumlah pedagang terlibat bentrokan di Kantor Satpol PP Kabupaten Cianjur, Selasa (4/5/2021) sore. Akibatnya sejumlah orang terluka, dan beberapa kaca kantor pecah.

Informasi yang dihimpun, bentrokan berawal ketika sejumlah perwakilan pedagang kaki lima di kawasan Bojongmeron datang ke Kantor Satpol PP Cianjur memprotes penertiban yang dilakukan petugas pada Kamis siang.

Pedagang merasa keberatan dengan penertiban, lantaran mereka mengaku sudah membayar sejumlah uang agar bisa berjualan di momen Ramadan hingga Idul Fitri.

"Jadi kita keberatan dengan sikat petugas, kita sudah bayar uang setoran ke salah seorang petugas tapi masih tetap ditertibkan," ujar Perwakilan Pedagang Galih Widyaswara.

Ketegangan antar petugas yang sedang berada di kantor dan perwakilan pedagang terjadi saat pedagang menyebut adanya anggota Satpol PP yang berkata tidak pantas saat menertibkan pedagang.

Bentrokan pun terjadi usai perwakilan pedagang saling dorong dengan petugas hingga akhirnya malah memecahkan kaca di salah satu ruangan Kantor Satpol PP Cianjur.

Akibatnya seorang perwakilan pedagang mengalami luka di bagian tangan usai terkena serpihan kaca yang pecah.

Kasatpol PP Cianjur Hendri Prasetyadi, mengungkapkan ketegangan tersebut hanya dipicu kesalahpahaman. Hendri menegaskan jika anggotanya tidak mengucapkan kata yang tak pantas saat penertiban.

"Tidak ada, tidak pernah ucapkan kata tidak pantas. Penertibannya kan dengan saya. Tapi sebelum dilakukan mediasi, kelompok masa yang mengatas namakan pedagang tersebut malah sudah emosi dan menyerang petugas hingga memecahkan kaca," ujar dia.

Menurutnya yang mengalami luka merupakan dari kelompok massa perwakilan pedagang, sedangkan dari petugas tidak ada yang terluka.
"Luka juga karena ulah sendiri memecahkan kaca, sehingga tangannya terkena serpihan," ucap dia.

Ditanya terkait adanya dugaan pungli, Hendri, mengaku pihaknya sudah meminta agar disebutkan nama petugas yang meminta pungutan tersebut.
"Jika memang ada, silakan laporkan dan sebutkan siapa petugasnya. Kami akan tindak tegas jika memang terbukti," pungkasnya.

(mud/mud)