Antisipasi Kerumunan di Perkotaan Garut, Ini Strategi Pemda-Polisi

Hakim Ghani - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 15:24 WIB
Warga Garut serbu pusat perbelanjaan jelang Lebaran
Foto: Warga Garut serbu pusat perbelanjaan jelang Lebaran (Hakim Ghani/detikcom).
Garut -

Sejumlah langkah dilakukan pemerintah dan polisi untuk mengantisipasi kerumunan warga di pusat perbelanjaan Kabupaten Garut. Mulai dari penutupan akses jalan hingga terus mengingatkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau agar para pedagang dan pemilik toko untuk meminta para pembeli menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Saya minta pedagang mengingatkan pembelinya untuk menggunakan masker. Protokol kesehatan juga harus diterapkan," ucap Rudy kepada wartawan, Selasa (4/5/2021).

Rudy mengatakan pihaknya mewanti-wanti hal tersebut. Bila ditemukan toko atau pedagang yang memunculkan kerumunan, Pemda Garut akan melakukan penindakan.

"Tertiblah, kami dari Pemda tidak memberikan larangan yang penting prokes. Kalau pedagang tidak menerapkan protokol kesehatan, kami akan melakukan langkah tegas yaitu tidak memperbolehkan mereka berdagang," kata Rudy.

Pusat perkotaan Garut sendiri saat ini mulai ramai dipadati pedagang musiman dan masyarakat yang berbelanja. Ada sejumlah titik yang kerap dipadati masyarakat, yakni di sepanjang Jalan Pramuka serta Jalan Ahmad Yani atau yang biasa disebut Pengkolan.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak kepolisian akan melancarkan sejumlah strategi. Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono menyatakan ada dua strategi yang akan diterapkan.

"Khusus di wilayah pusat perbelanjaan, ada dua CB (cara bertindak) yang kami berlakukan. Pertama melakukan one way, yang kedua menutup. Jadi tidak ada kendaraan masuk. Silakan saja berbelanja, tapi kita akan melakukan penertiban," kata Benny kepada wartawan.

Benny menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya klaster penyebaran COVID-19 baru, seperti yang terjadi di daerah lain.

"Sudah terjadi di wilayah lain, Tanah Abang. Ini menjadi pelajaran khususnya di Garut," katanya.

Benny mengatakan dalam penerapan dua CB tersebut, pihaknya bersama TNI dan petugas Pemda akan melihat situasi kerumunan di pusat perkotaan. Ada dua kawasan yang menjadi perhatian petugas yakni Sukaregang dan sekitaran Asia.

"Kita lihat situasinya. Kalau sementara ini, wilayah Sukaregang kemudian Asia," ujar Adi.

Tonton juga Video: Pusat Perbelanjaan Penuh, Satgas Khawatir Muncul Klaster COVID-19 Baru

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)