Jabar Hari Ini: Respons Kepala Daerah soal THR-Misteri Kelumpuhan Guru Susan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 23:01 WIB
Guru Susan
Guru Susan (Foto: istimewa)
Bandung -

Ragam peristiwa terjadi di Jabar hari ini. Mulai respons kepala daerah menanggapi THR hingga misteri kelumpuhan guru Susan di Sukabumi.

Berikut rangkumannya.

Kelabui Petugas, Travel Gelap Cianjur Bawa Surat Test Antigen Palsu

Travel gelap di Cianjur diduga menggunakan surat keterangan hasil rapid test antigen asli tapi palsu (Aspal) untuk kelabui petugas perbatasan dan mengangkut pemudik.

Berdasarkan penelusuran detikcom, para driver travel gelap tersebut membuat surat keterangan telah menjalani rapid test antigen dengan hasil negatif tanpa menjalani test terlebih dahulu.

Hal itu juga diakui oleh Omad (bukan nama sebenarnya) driver travel gelap Cianjur, mengaku jika sejak beberapa bulan terakhir dirinya menggunakan surat Rapid Antigen Aspal untuk berpergian ke luar kota, termasuk membawa pemudik.

"Iya pakai surat Aspal. Sekilas tidak akan tahu, karena suratnya memang sama dengan yang dikeluarkan instansi terkait. Tapi sebenarnya palsu karena tidak ada test dulu," ujar Omad, Jumat (30/4/2021).

Menurutnya surat yang otentik dengan kop surat bertuliskan dinas kesehatan dan tandatangan pejabat terkait, cukup untuk membuat travel gelap lolos.

"Karena memang suratnya asli, tapi isinya palsu. Cara ceknya harus langsung ke dinas terkait. Biasanya di perbatasan saat pengecekan itu hanya dilihat punya surat atau tidaknya, tidak sampai dicek ke yang mengeluarkan surat tersebut," kata dia.

Menurut Omad, dirinya mendapatkan surat keterangan Antigen Aspal tersebut dari oknum Dinas Kesehatan. Tarif per surat antigen Aspal berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Terakhir rekan saya ada yang buat 18 surat, itu beberapa hari lalu untuk membawa pemudik dari luar kota ke Cianjur. Ada juga yang dari Jakarta ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata dia.

Tidak hanya untuk driver travel gelap, lanjut Omad, beberapa kali surat tersebut dibuat untuk para pemudik agar bisa lolos di perbatasan, terlebih dengan adanya pengetatan terkait larangan mudik lebaran tahun ini.

"Ada juga pemudik yang pakai (Surat Aspal). Bikinnya kan gampang, hanya kontak orang tersebut nanti dibuatkan dan difotokan hasilnya," kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Irvan Nur Fauzi, mengatakan pihaknya akan menelusuri kaitan dugaan pembuatan surat keterangan test antigen Aspal di lingkungan intansinya.

"Kita akan telusuri benar atau tidaknya. Kalau memang ada oknum yang bermain, kita akan tindak tegas," pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5