Kembangkan Desa Perbatasan, Pemprov Jabar Siapkan Penataan-Bantuan

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 17:01 WIB
Penataan desa di Jabar
Foto: Istimewa
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan penataan di desa-desa yang berada di perbatasan dengan provinsi lain, yakni Jawa Tengah dan Banten. Hal itu dilakukan agar kondisi desa semakin baik sekaligus jadi cerminan wajah Jawa Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono menyebut desa yang berada di daerah perbatasan merupakan kawasan strategis yang perlu mendapat perhatian. Karena menjadi wajah dan citra Jawa Barat.

Dia menyebut salah satu hal yang dilakukan dalam menata desa yang ada di perbatasan adalah dengan membangun tugu. Berdasarkan data ada 101 desa di Jabar yang berbatasan dengan Jateng dan Banten.

Pihaknya berkomitmen akan membangun tugu di desa-desa tersebut. "Yang terbaru yang kemarin diresmikan, di Desa Singabraja dan Singabangsa, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Sebelumnya pada 2020 sudah dibangun tujuh tugu desa," ucap Bambang, Jumat (30/4/2021).

Selain menunjukkan batas administrasi wilayah, menurutnya tugu desa diperlukan untuk memperkuat kewibawaan dan identitas Jawa Barat. Setiap tugu yang dibangun memperlihatkan simbol Kujang yang merupakan senjata khas masyarakat Jawa Barat.

Selain itu, menurutnya di tugu pun terdapat tiga pilar yang juga merupakan simbol bahwa pembangunan desa di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil dilakukan melalui tiga program strategi yakni one village one product, desa digital, dan gerakan membangun desa. Lebih lanjut Bambang katakan, berbagai keberpihakan lainnya diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi desa perbatasan.

Salah satunya dengan membantu optimalisasi BUMDes di 101 desa perbatasan. Tak hanya itu, berbagai pembangunan seperti perbaikan situ dan irigasi di desa perbatasan terus dikerjakan.

"Ada juga bantuan keuangan khusus dari provinsi, pembangunan rutilahu, dan bantuan listrik gratis," katanya. Bambang menambahkan, pihaknya pun memastikan adanya keberpihakan bagi desa-desa yang tidak berbatasan langsung dengan provinsi lain, seperti insentif untuk setiap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan menyediakan media luar ruang (papan reklame).

Menurutnya, Pemprov akan memberi anggaran untuk pembuatan papan reklame di setiap desa. "Nantinya billboard ini multifungsi, bisa untuk menginformasikan program-program provinsi, pemerintahan desa, atau untuk promosi produk-produk desa," katanya.

Selain itu, menurut dia pihaknya juga mengupayakan agar pemerintah desa meningkatkan tata kelola keuangan, salah satunya dengan menggunakan non tunai dalam setiap transaksi. "Nontunai akan lebih cepat, lebih tepat, akurat, dan akuntabel. Kita sudah bekerjasama dengan bank bjb untuk menyiapkan aplikasinya," ujarnya.

Bambang pun meminta aparatur desa agar senantiasa mengikuti setiap aturan demi tertibnya laporan administrasi dan pertanggungjawaban lainnya. "Laksanakan sesuai dengan apa yang diarahkan dalam juklak dan juknis. Jadi bankeu segera laksanakan, dipertanggungjawabkan sesuai juklak juknis," katanya.

Lihat juga Video: Guru Honorer di Jabar Bakal Dapat Rumah Bersubsidi

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)