Pengendalian COVID-19 Membaik, Ridwan Kamil Minta Warga Tak Lengah

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 29 Apr 2021 14:40 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan aplikasi e-Perda.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Dok. Pemprov Jabar).
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penyebaran COVID-19 terkendali dengan baik. Namun, ia meminta warga tidak lengah agar tak terjadi kasus yang serupa menimpa India.

"Kasus di India sudah kita lihat, diumumkan seolah-olah sudah menang lawan COVID-19, masyarakat euforia, sekarang di sana terjadi tsunami COVID-19. Kasus hariannya naik tiga kali lipat. Kita tidak mau ini terjadi," ujar Ridwan Kamil dalam Webinar Solidaritas Sejuta Tes Antigen, Kamis (29/4/2021).

Sosok yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, rata-rata kasus COVID-19 mingguan di Jabar menurun secara drastis. Dari rata-rata 28.000 kasus per minggu menjadi 9.000 kasus per minggu.

Selain itu, angka kematian karena COVID-19 di Jabar hanya berkisar 1,2 hingga 1,3 persen dari angka kematian nasional. Hingga Kamis (29/4), total angka kasus COVID-19 di Jabar mencapai 278.907. 30.524 masih menjalani isolasi atau perawatan, 244.681 dinyatakan sembuh dan 3.692 orang meninggal dunia.

"Sebelum ada kepastian covid berakhir, hidup kita harus tetap seperti ini, protokol kesehatan dengan 3 M. Kemana kita pergi, apapun kegiatan kita. Tugas pemerintah melakukan 3T. Salah satunya kegiatan hari ini ingin meningkatkan kapasitas testing," katanya.

Angka keterisian pasien COVID-19 di rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar pun menurun dari 75 persen, menjadi 43 persen sejak akhir tahun 2020.

"Dokter sudah lebih rileks dibandingkan sebelumnya. Waktu 2020, PSBB itu pilihan, ada yang PSBB ada yang tidak," katanya.

Selain itu ia meminta agar Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pun harus bisa satu komando, untuk mengantisipasi adanya penularan dari warga yang nekat mudik.

"Karena tahun lalu waktu mudik di Jabar ada yang nekat mudik di Ciamis, pemudik dari Jakarta. Orang tuanya meninggal dunia. Kami tidak mau ini terulang di tahun ini. Saya siapkan satu monumen untuk tenaga kesehatan yg gugur. Untuk mereka yang berpulang dalam mengurusi Covid. Kepada orang2 baik yg menyumbang terima kasih. Ada bela negara dengan ilmunya, hartanya, kerelawannya, bela negara dengan ketaatannya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jabar juga menerima sumbangan 25 ribu alat tes antigen hasil produksi ke Jabar, salah satunya CePAD dari Unpad ke delapan kabupaten/kota di Jabar dari perkumpulan GITA dan platform urunan kitabisa.com.

Delapan kota yang mendapatkan bantuan itu yakni Kabupaten/Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten/kota Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang.

(yum/mso)