Aturan-Larangan yang Diterapkan di Sukabumi Saat Zona Hijau

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 24 Apr 2021 11:42 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono)
Sukabumi -

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengeluarkan maklumat terkait dengan status zona hijau COVID-19 di wilayahnya. Maklumat itu berisi aturan dan larangan untuk pegawai Pemkab Sukabumi hingga ke tingkat RT dan RW.

Maklumat berisi sembilan poin berisikan upaya pencegahan secara masif penyebaran COVID-19. Status zona hijau, menurut Marwan, merupakan kerja berat yang harus ditanggung bersama.

"Kabupaten Sukabumi sebagai satu satunya kabupaten zona hijau di Jawa Barat. Untuk mempertahankan status tersebut dan mencegah masuknya penyebaran virus corona, maka seluruh pihak di jajaran Pemkab Sukabumi untuk mengikuti beberapa ketentuan," kata Marwan, Sabtu (24/4/2021).

Poin pertama, Marwan yang juga Ketua Gugus Tugas percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sukabumi itu, melarang ASN melakukan perjalanan ke luar kota menggunakan kendaraan dinas.

Berikut poin-poin lengkap dalam maklumat tersebut.

1. Setiap ASN dilarang melakukan perjalanan luar kota menggunakan kendaraan dinas dan diimbau tetap melaksanakan ibadah Idul Fitri bersama keluarga inti (di lingkungan rumah).

2. Seluruh kepala dinas agar melaksanakan salat Idul Fitri terpusat di ibukota Palabuanratu.

3. BPBD berkoordinasi dengan Polres dan Kodim serta aparat setempat, baik Camat, Kapolsek, Danramil serta Pol PP kecamatan dan poldes termasuk melibatkan Dishub untuk menjaga perbatasan untuk menutup akses masuk dan memutar balik kendaraan yang akan melakukan perjalanan mudik (kecuali dengan alasan jelas dengan membawa hasil lab/swab termasuk bukti telah divaksin maka kendaraan dilakukan penyemprotan disinfektan dan boleh melanjutkan ke tempat tujuan).

4. Satuan Polisi Pamong Praja agar menetapkan strategi dan langkah antisipatif serta berkoordinasi dengan Polres dan Kodim untuk menjaga situasi kamtibmas dalam mencegah penyebaran virus Corona di hari raya Idul fitri dan setelahnya.

5. Setiap camat agar melaksanakan salat Idul Fitri di wilayah tugasnya dan menugaskan anggota Satpol PP berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk menjaga wilayahnya dari penyebaran virus Corona dan melaporkan hasil dari kegiatannya.

6. Petugas kesehatan di puskesmas menetapkan jadwal piket hari raya dan agar tetap memonitor serta bersiap jika ada panggilan tugas dadakan.

7. Para kepala desa agar mengerahkan linmas dan para RT serta RW untuk mensosialisasikan 3M sebelum melakukan salat Idul Fitri dan membantu mencegah penyebaran virus Corona di setiap RT di lingkungan masing masing.

8. Segera melaporkan kejadian atau menghubungi petugas terdekat di wilayah masing masing dan jika diperlukan bisa menghubungi Pusat Informasi dan Koordinasi Satgas COVID-19 melalui nomor Telepon 081385324631.

9. Dimohon jajaran Forkopimda sebagai wakil dari ketua gugus tugas penanganan COVID-19 dapat membantu penanganan penyebaran virus Corona dengan memerintahkan jajaran di bawahnya untuk melaksanakan giat dimaksud.

Lihat juga Video: ASN Pemkab Purwakarta yang Nekat Mudik Potong Tunjangan!

[Gambas:Video 20detik]



(sya/bbn)