Polisi Waspadai Travel Gelap yang Angkut Pemudik ke Jabar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 11:04 WIB
Terminal Cicaheum di Kota Bandung tampak lengang saat puncak arus balik libur tahun baru. Kondisi tersebut terjadi salah satunya akibat pandemi COVID-19.
Ilustrasi (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Polisi mengantisipasi travel gelap pengangkut pemudik ke Jawa Barat. Tindakan akan dilakukan bila kedapatan ada travel yang mengangkut pemudik.

"Itu akan secara tegas kita melakukan tindakan. Bahwasannya tidak ada travel yang memberangkatkan mudik baik itu ke Sumatera maupun ke Jawa," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago saat dihubungi, Jumat (23/4/2021).

Guna mengantisipasi travel gelap pengangkut pemudik ini, polisi akan disiagakan di pos-pos penyekatan. Sejauh ini ada 120 titik pos penyekatan di Jabar.

"Tentunya nanti di titik yang sudah dijadikan pemeriksaan akan diperiksa, kalau seandainya ketahuan akan diberikan tindakan tegas," kata dia.

Tindakan yang dilakukan, kata Erdi, mulai dari membalikkan arah mobil tersebut hingga tindakan tegas lainnya. Sementara untuk tindakan sanksi pidana, pihaknya akan melihat kesalahannya terlebih dahulu.

"Minimal dibalikan arah atau tindakan tegas lainnya. Kalau pidana kita lihat dulu pidananya apa, kalau misalnya hanya untuk membawa angkutan ini kan hanya pelanggaran saja," tutur dia.

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan larangan mudik jauh-jauh hari. Bahkan dalam aturan baru yang keluar, terdapat pengetatan perjalanan sejak H-14 lebaran.

Mulanya, aturan lengkap larangan mudik ini tertuang dalam SE Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Aturan ini mengatur soal peniadaan mudik untuk sementara bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara. Peniadaan mudik ini berlaku dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Satgas COVID-19 kemudian menerbitkan adendum (tambahan) dalam SE tersebut. Dilihat detikcom, Kamis (22/4/2021) adendum itu mengatur perluasan waktu pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni selama H-14 peniadaan mudik (22 April hingga 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18-24 Mei 2021). Aturan ini mulai berlaku hari ini.

"Adendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai 22 April sampai 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan," demikian bunyi adendum tersebut.

Simak Video: Nekat Bawa Pemudik, Travel Gelap Bakal Ditindak Tegas!

[Gambas:Video 20detik]




(dir/mso)