Puluhan Remaja Terlibat 'Perang Sarung' di Jembatan Citarum Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 23 Apr 2021 04:51 WIB
Puluhan remaja asal Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat terlibat aksi perang sarung
Foto: Puluhan remaja asal Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat terlibat aksi perang sarung (Ismet Selamet/detikcom).
Cianjur -

Puluhan remaja asal Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat terlibat perang sarung di Jembatan Citarum yang menjadi perbatasan dua wilayah tersebut.

Beberapa kendaraan yang melintas juga menjadi sasaran kebrutalan. Bahkan sejumlah pengendara memilih berhenti dan menunggu perang sarung dibubarkan petugas.

Perang sarung terjadi pada Jumat (23/4/2021) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Sebelumnya terlihat kelompok remaja dari kedua daerah menunggu di sebrang jembatan.

"Yang kumpul-kumpul sudah terlihat sejak pukul 01.00 WIB. Jumlahnya terus bertambah, sampai puluhan orang. Mereka bawa sarung yang sudah diikat di bagian ujungnya," ujar Hendi Sanusi (30), warga Kecamatan Haurwangi, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya kelompok remaja dari kedua daerah semakin mendekat dan melakukan perang sarung di tengah jembatan.

Beberapa kendaraan yang melintas dan membunyikan klakson agar para remaja yang perang sarung menepi atau membubarkan diri malah menjadi sasaran. Sejumlah kendaraan pun dipukul menggunakan sarung.

"Banyak juga pengendara, terutama yang pakai sepeda motor berhenti. Khawatir jadi sasaran. Kebanyakan menunggu di ujung jembatan dan warung," tuturnya.

Para remaja tersebut akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 03.00 WIB, usai polisi dari Cianjur dan Bandung Barat datang.

"Begitu lihat lampu mobil polisi dan sirene, mereka langsung kabur membubarkan diri," ucapnya.

Senada, Aji (35) pengendara sepeda motor berharap petugas menindak tegas para pelaku perang sarung. Sebab aksinya meresahkan pengendara.

"Kalau bisa tidak hanya dibubarkan tapi juga tindak tegas. Karena kan berbahaya, takutnya ada yang tertabrak atau malah menyerang pengendara yang melintas," ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengaku sudah menginstruksikan setiap Polsek untuk meningkatkan patroli malam, terlebih saat tengah malam hingga menjelang sahur. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya Perang sarung.

"Sudah diinstruksikan untuk mengintensifkan patroli. Ketika ada kerumunan pun langsung dibubarkan. Kalau ada yang perang sarung juga dibubarkan, bahkan ada yang kami amankan dan kami beri pembinaan," ujarnya.

Lihat juga Video: Perang Sarung di Sukabumi Makan Korban, 2 Tersangka Dibekuk

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)