Kabupaten Sukabumi Jadi Satu-satunya Zona Hijau COVID-19 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 22 Apr 2021 18:50 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Kabupaten Sukabumi menjadi satu-satunya zona hijau atau daerah dengan risiko penularan COVID-19 rendah di Provinsi Jawa Barat. Sementara 26 daerah lainnya masuk ke dalam zona kuning atau risiko penularan COVID-19 sedang. Hal itu terlihat dalam laporan Satgas COVID-19 Nasional (covid19.go.id), Kamis (22/4) pukul 16.00 WIB.

Dalam laporan Satgas COVID-19 Jabar pada 5-11 April, terdapat delapan daerah yang masuk ke dalam zona hijau. Delapan daerah itu yakni Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Bekasi dan Pangandaran. Sedangkan 19 daerah lainnya masuk ke dalam zona kuning.

Dilansir dari laman Pikobar, terjadi penambahan 1.004 kasus baru di Jabar pada Kamis (22/4/2021). Angka tersebut menambah total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jabar menjadi 270.711 kasus.

28.934 pasien di antaranya masih menjalani perawatan atau isolasi, 238.213 dinyatakan sembuh atau selesai menjalani isolasi dan 3.564 orang meninggal dunia karena COVID-19 di Jabar.

Penyebaran kasus COVID-19 terbanyak berada di Kota Depok dengan 7.129 kasus, kemudian diikuti Kabupaten Karawang dengan 3.878 kasus, Kabupaten Bogor 3.582 kasus, Kabupaten Bekasi 2.373 kasus, Kabupaten Indramayu 2.234 kasus dan kabupaten/kota lainnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menekankan agar warga tak nekat untuk melakukan mudik di masa pandemi. Ia mencontohkan kasus gelombang kedua (second wave) di India yang datang karena euforia. "Akhirnya dalam dua minggu dia kena second wave, melebih satu tahun kasus di India, kita tidak mau itu terjadi," katanya.

Kang Emil menambahkan, di Jawa Tengah 37 orang terpapar COVID-19 karena ada perantau yang datang ke sebuah kampung dan menggelar hajatan. Ia berharap, kejadian itu tak terjadi di Jabar.

"Jadi tahan dulu, silaturahmi bisa dicari di waktu yang lebih baik, tanpa harus yang sifatnya massal. Karena mudik sifatnya berbarengan di satu waktu dan massal, itu yang disukai covid," katanya.

(yum/mso)