Round-Up

Heboh Prostitusi Online di Jabar Libatkan Muncikari Cilik-Ibu Kandung

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Apr 2021 16:55 WIB
Internet search bar with phrase prostitution
Foto: iStock
Bandung -

Kasus prostitusi online kembali mengemuka di Jawa Barat. Ironisnya, kasus prostitusi online kali ini melibatkan muncikari cilik dan juga ibu penjual anak kandung.

Kasus prostitusi yang melibatkan ibu dan anak kandung ini terjadi di Majalengka. Kasus tersebut terungkap usia Satreskrim Polres Majalengka menangkap TA (45) seorang ibu di Majalengka.

TA dengan teganya menjual anak kandungnya sendiri Y (25) ke pria hidung belang. Selain anak kandungnya, TA juga menjual sejumlah wanita muda lainnya.

"TA menawarkan jasa perempuan kepada pria hidung belang melalui Whatsapp dengan cara mengirimkan foto perempuan berikut tarifnya," kata Siswo di Mapolres Majalengka Senin (5/4/2021).

Selain sebagai muncikari untuk beberapa wanita, TA juga menjual anak kandungnya tersebut. "Jadi, tersangka ini menawarkan anaknya juga kepada pria hidung belang," ucap Siswo.

TA menjual anak asuhnya sekaligus anak kandungnya dengan tarif kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu untuk sekali kencan. Praktik itu dilakukan di kediaman pribadi TA. Dia juga mendapat keuntungan dari tarif sewa kamar.

TA mengaku sudah dua tahun melakoni bisnis esek-esek itu. Bahkan, suami TA juga mengetahui praktik bisnis prostitusi yang dijalani TA.

"Suami tahu, karena tinggal satu rumah. Saya sudah diingatkan suami, tapi saya ngeyel," tutur TA.

Selang sepekan, kasus prostitusi online di Jabar kembali bikin heboh. Kali ini, seorang muncikari berusia remaja ikut mengendalikan bisnis esek-esek di Kota Bogor.

Kasus ini melibatkan gadis berusia 17 tahun dan pemuda berinisial FA (20). Keduanya sekongkol menjalani bisnis prostitusi.

Gadis 17 tahun itu berperan sebagai muncikari sedangkan FA berperan menyediakan tempat berupa kamar apartemen. Kasus ini tercium polisi. Tim Satreskrim Polres Bogor Kota pun meringkus keduanya .

"Kami mengungkap tindak pidana perdagangan orang yang terjadi di Kota Bogor, untuk TKP-nya berada di apartemen, lantai 12. Kita amankan dua orang, selaku muncikari dan penyedia kamar," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kompol Dhoni Ermawan usai mengikuti apel pengamanan Ramadhan 2021 di Lapangan Pusdikzi, Kota Bogor, Senin (12/4/2021).

Muncikari cilik itu berperan menyediakan wanita-wanita berusia belia untuk dijadikan budak seks.. Sementara FA menyewa kamar untuk dijadikan tempat praktik prostitusi itu. Adapun tiap wanita yang disediakan memiliki tarif Rp 700 ribu sekali kencan.

"Jadi modusnya, si mucikari menawarkan wanita-wanita untuk dijadikan pekerja seks komersial. Kemudian mucikari ini bekerja sama dengan tersangka FA. Jadi, FA ini menyewa kamar di apartemen, kemudian menyewakan untuk transaksi seks," ujar Dhoni.

Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bogor Dudih Syairuddin menduga praktik prostitusi itu juga melibatkan orang dewasa. Sehingga pihaknya meminta aparat kepolisian mengusut hingga ke akarnya.

"Kalau bicara korban, pelaku dan saksi, anak-anak ini tidak berdiri sendiri. Pasti ada keterlibatan orang-orang dewasa, pasti ada keterlibatan lingkungan. Ini yang kemudian menjadi tugas kepolisian untuk mengungkapnya," kata Dudih.

"Kalau bicara kasusnya, karena ini masuk kategori peradilan anak, maka KPAI akan ikut terlibat, bahkan KPAI akan terus mengawasi dan mengawalnya," kata Dudih menambahkan.

Simak juga Video: Ibu Jadikan Anak Kandung Budak Seks, Dalihnya Bikin Tercengang

[Gambas:Video 20detik]



(dir/ern)