KPK Usut Dugaan Gratifikasi ke Aa Umbara, Hengky Minta SKPD Kooperatif

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 15:23 WIB
Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan.
Hengky Kurniawan (Foto: Siti Fatimah)
Bandung Barat -

Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan meminta agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Bandung Barat bersikap kooperatif terhadap proses penyidikan yang dilakukan oleh KPK.

Seperti diketahui KPK masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi terkait gratifikasi terhadap eks Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dari berbagai Dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Dugaan gratifikasi itu diungkap oleh KPK saat penahanan tersangka Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Bansos COVID-19 pada Dinas Sosial KBB tahun 2020.

Tim penyidik KPK sedikitnya sudah melakukan penggeledahan di 12 kantor yang berada di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Beberapa di antaranya merupakan kantor yang tidak berkaitan dengan kasus Bansos COVID-19.

"Terkait pemeriksaan dari KPK, saya meminta SKPD yang berurusan dengan KPK saya minta untuk kooperatif kalau mereka (KPK) membutuhkan barang bukti dan keterangan apapun. Tolong sampaikan apa adanya dan jangan ada yang ditutup-tutupi," ujar Hengky kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Hal itu agar seluruh kasus dugaan korupsi yang terjadi di tubuh Pemkab Bandung Barat segera terungkap. Hal itu juga bakal berdampak pada akselerasi kinerja pemerintah daerah.

"Melihat kondisi KBB saat ini tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua namun pelayanan terhadap masyarakat harus terus berjalan dan kita pastikan semuanya lancar," terangnya.

Hengky mengaku jika kondisi yang baru saja terjadi di lingkup pemerintahan Bandung Barat jadi kendala tersendiri untuk dilakoni. Hal itu bakal berdampak pada kinerjanya di kemudian hari.

"Syok itu pasti ada, kesedihan itu pasti ada. Kita sama sama selama 2,5 tahun ini kan ada memori. Kita harus kembalikan trust masyarakat dengan kerja yang kita buat. Kita tunjukkan bahwa Bandung Barat bisa bangkit dan jadi lebih baik," sebutnya.

Usai ditetapkan jadi Plt Bupati Bandung Barat dirinya langsung bergerak cepat. Dia menginventarisir semua permasalahan di tubuh Pemkab Bandung Barat dan menemukan banyak permasalahan.

"Langsung bergerak dan banyak informasi yang masuk. Misalnya di bagian rumah tangga ada sekitar Rp 3 miliar, nah anggaran itu keperluannya untuk apa? ini yang masih tanda tanya dan harus dijelaskan," katanya.

Simak juga video 'KPK Tahan Bupati Bandung Barat, Diduga Terima Rp 1 M dari Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(mud/mud)