Tak Sesuai AD/ART, KLB IA-ITB Dinilai Tidak Sah

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 17:59 WIB
Kampus ITB
Kampus ITB (Foto: Istimewa).
Bandung -

Ketua Panitia Pemilu Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) Mohamad Jeffry Giranza menyebut pelaksanaan kongres luar biasa (KLB) Ikatan Alumni ITB (IA-ITB) yang memilih Akhmad Syarbini sebagai ketua umum tidak sah. Pasalnya pelaksanaan KLB tersebut tidak sesuai dengan AD/ART.

"Itu tidak memiliki konsekuensi hukum apapun terhadap kepengurusan IA-ITB. Karena tidak sesuai dengan AD/ART IA-ITB dan tidak melibatkan stakeholder di lingkungan IA-ITB," ujar Jeffry dalam keterangan persnya, Rabu (14/4/2021).

Pihaknya memastikan telah memproses aspek legal IA-ITB dengan melapor ke Kementerian Hukum dan HAM pada 13 April kemarin. "Kemenkumham memahami kondisi dan akan memberikan panduan untuk memperbaharui aspek legal IA-ITB hingga selesainya kongres X dan pemilu sekarang," katanya.

Kongres Nasional IA-IT X akan digelar pada 16-17 April mendatang di Balai Pertemuan Ilmiah ITB. Pada kesempatan itu juga akan dilaksanakan pemilihan ketua umum IA-ITB periode 2021-2026. Pemilihan ketua umum akan dilaksanakan secara online dengan sistem i-voting, dengan 22.732 alumni yang masuk ke dalam DPT.

Ketua Kongres IA-ITB 2021 Agustin Peranginangin mengatakan jadwal pelaksanaan kongres ini mundur beberapa pekan dari jadwal semula pada 26-27 Maret. Pengunduran ini dilakukan agar proses pendaftaran daftar pemilih tetap (DPT) genap sebulan sehingga semua pemilik suara dipastikan dapat mengikuti pemilihan.

Adanya pengunduran inipun telah diketahui dan disepakati semua pihak terkait seperti komite pengarah, komite pelaksana, dewan pengawas, pengurus daerah, PPIA ITB, termasuk kedelapan calon ketua umum.

"Semua pihak sepakat menyukseskan kongres nasional pada 16-17 April. Bahkan pengda, prodi, komisariat sudah menyampaikan dukungan secara tertulis," katanya di Bandung, Rabu (14/4).

Berikut delapan kandidat Ketua Ikatan Alumni ITB beserta nomor urutnya:

Nomor urut 1: Honesti Basyir, Teknik Industri 1987 (Direktur Utama Bio Farma sejak tahun 2019).

Nomor urut 2: I Made Dana Tangkas, Teknik Industri 1984, (Ketua Ikatan Alumni Teknik Industri ITB, sempat menjabat sebagai Direktur dari Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Vice President Toyota wilayah Asia Pasific, serta Ketua Pengembangan Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO).

Nomor urut 3: Gembong Primadjaja, Teknik Mesin 1986 (pernah menjabat sebagai Direktur PT Pelindo Energi Logistik, Ketua Tim Percepatan Konversi Bahan Bakar Gas pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, serta Ketua Ikatan Alumni Mesin ITB).

Nomor urut 4: Hariyono, Teknik Informatika 1985 (pernah menjabat sebagai Direktur di PT Sigma Cipta Utama, kemudian Vice President of Information Technology di PT Elnusa dan Ketua Ikatan Alumni Informatika).

Nomor urut 5: Bimo Sasongko, Teknik Informatika 1990 (pendiri Euro Management Indonesia, Ketua Umum IABIE-Ikatan Alumni Program Habibie, serta Wasekjen ICMI-Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia).

Nomor urut 6: Syarifah Amelia, Fisika 2007. (Direktur Operasional PT Anugerah Selamat Mandiri, Tour Travel Umroh dan Haji, Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta Direktur Pengembangan Bisnis BUMD Kab. Belitung.

Nomor urut 7: Gatot Sudariyono, Teknik Mesin 1980. (pernah menjadi Ketua Panitia BNI ITB Ultra Marathon Gatot Sudariyono. Ia pernah menjalankan kegiatan marathon amal sepanjang 4 hari dan berhasil mengumpulkan donasi sebesar 341 juta).

Nomor urut 8: Seterhen Akbar Suriadinata, Teknik Elektro 2003 (Founder dari Labtek Indie sejak 2012 serta bekerja sebagai Freelance Remotely Operated Vehicle Pilot/Tech).

(yum/mso)