Jeje: Larangan Mudik Membentur Wisata di Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:11 WIB
Suasana pengunjung memadati pantai Pangandaran
Suasana pengunjung memadati pantai Pangandaran (Foto: Faizal Amiruddin)
Pangandaran -

Kebijakan pemerintah pusat melarang mudik Lebaran, namun tetap membiarkan objek wisata beroperasi mulai berdampak bagi daerah wisata seperti Kabupaten Pangandaran.

"Larangan mudik pasti akan membentur wisata. Sekarang mulai ramai masyarakat membandingkan, mudik dilarang tapi wisata tetap buka," kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Rabu (14/4/2021).

Apalagi, kata Jeje, Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata paling ramai di Jawa Barat. "Selama tidak ada larangan, libur Lebaran nanti pariwisata di Pangandaran akan tetap buka," kata Jeje.

Namun demikian Jeje menegaskan akan semakin memperketat penerapan protokol kesehatan pada saat libur Lebaran nanti.

"Kemarin saya sudah diingatkan oleh Pak Gubernur, ya karena Pangandaran selalu ramai, seperti kemarin waktu munggahan ramai. Ya intinya kami diingatkan soal pengetatan Prokes dan wacana pembatasan pengunjung," kata Jeje.

Pembatasan jumlah wisatawan menurut Jeje bisa saja dilakukan dengan memberlakukan pembelian tiket secara online. Dengan demikian jumlah wisatawan yang datang akan terpantau dan bisa dibatasi. Penjualan tiket online ditutup jika batas maksimal pengunjung sudah tercapai.

"Sedang kami pertimbangkan. Kita lihat nanti, memungkinkan atau tidak pembatasan wisatawan dengan pembelian tiket online," kata Jeje.

Yang paling kata Jeje adalah kesadaran para pelaku usaha wisata untuk menerapkan protokol kesehatan. "Pelaku usaha harus jadi pelopor Prokes, harus bisa mengingatkan wisatawan," kata Jeje.

Sebelumnya Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana mengatakan saat ini kondisi bisnis hotel dan restoran di Pangandaran sangat memprihatikan. Penyebabnya kunjungan wisata domestik belum pulih.

Padahal para pengusaha hotel dan restoran itu terus mengeluarkan biaya operasional, termasuk bayar THR karyawan di tengah minimnya pendapatan.

"Andalan Pangandaran itu wisatawan domestik. Dalam setahun ada tiga musim atau momentum, yaitu Natal dan tahun baru, libur sekolah dan libur Lebaran," kata Agus.

Jika mudik dilarang, maka pelaku wisata di Pangandaran akan kehilangan momentum libur Lebaran. "Bagaimana mau piknik ke Pangandaran, sanak saudara mereka pun tak mudik," kata Agus.

Momentum libur Lebaran kata Agus cukup penting. Biasanya peningkatan okupansi saat libur Lebaran bisa mencapai 90 persen dengan lama tinggal 4 sampai 7 hari.

"Okupansi itu umumnya sangat rendah di Puasa. Lalu tergantikan oleh libur Lebaran karena mudik dan ada pariwisata, sekarang yang terjadi cuti bersama dipotong dan mudiknya dilarang. Otomatis sama saja tidak boleh berwisata," tegas Agus.

Agus berharap pemerintah seharusnya melihat upaya pelaku usaha pariwisata dalam mempersiapkan momen tahunan ini. "Kita sudah berupaya, vaksinasi karyawan hotel dan restoran sudah dilakukan dan Prokes ditingkatkan. Artinya kita sudah persiapan. Jadi wajar kami kecewa," ungkap Agus.*

(mud/mud)