Hujan Es Melanda Kota Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Siti Fatimah - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 18:06 WIB
Hujan es landa Bandung.
Hujan es terjang Kota Bandung (Foto: Istimewa).
Bandung -

Hujan disertai butiran es terjadi di kawasan Sindanglaya, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (11/4/2021). Beberapa warga mengunggah fenomena alam tersebut melalui sosial media Instagram.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Teguh Rahayu mengatakan fenomena hujan es terjadi karena adanya potensi cuaca ekstrim dalam periode transisi atau pancaroba.

"Seiring dengan kondisi angin akibat siklon tropis seroja dan odette mulai melemah pengaruhnya. Potensi hujan kembali terjadi. Sehingga perlu diwaspadai terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode transisi atau pancaroba berupa hujan lebat, hujan es disertai petir/kilat dan angin kencang atau angin puting beliung," kata Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu saat dihubungi detikcom, Minggu (11/4/2021).

Lebih lanjut, kata dia, selain karena adanya peralihan musim, hujan es pun diakibatkan adanya pembentukan awan cumulonimbus di atas permukaan air laut sejauh 10 kilometer.

"Dilihat dari faktor kelembapan yang masih cenderung basah sehingga berpotensi terhadap pembentukan awan-awan hujan dan proses konveksi kuat yang dapat menyebabkan terbentuknya awan Cumulonimbus mencapai ketinggian di atas 10 km di atas permukaan laut, sehingga terbentuk hujan es," kata Ayu melanjutkan.

Dia mengimbau warga untuk tetap waspada akan adanya potensi cuaca ekstrim selama periode peralihan musim. "Prediksi angin dalam 2-3 hari akan melemah sehingga potensi hujan kembali terjadi, dan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode transisi/pancaroba," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, hujan es pun terjadi di sekitar wilayah Pasir Impun dan Rancaekek.

Salah satu warga, Lia (30) menuturkan, tak hanya hujan es, kali ini cuaca juga disertai hujan angin dan kilat. "Rancaekek juga hujan es. Tapi ini lebih seram plus angin kencang dan petir," tuturnya.

Simak juga 'Lokasi Gempa Malang Ternyata Dulu Sering Menghantam Jatim':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)