Jabar Hari Ini: Unpad Buka Suara soal Polemik Prof Muradi-Ibu dan 2 Anak Tewas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 22:27 WIB
Unpad
Unpad (Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom).
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Rabu (7/4/2021). Mulai dari Unpad angkat bicara soal kasus salah satu guru besarnya tersandung masalah penelantaran anak hingga ibu dan dua anaknya meninggal dunia di Bandung Barat.

Berikut rangkuman beritanya:

Pelaku Pelemparan Batu yang Tewaskan Pemobil di Bandung Terendus

Polisi temukan titik terang terkait pelaku pelemparan batu di Arcamanik, Kota Bandung. Pihak kepolisian sudah mengantongi petunjuk pelaku pelemparan batu yang menewaskan seorang pengendara mobil di Bandung. Namun, polisi masih perlu bukti tambahan.

"Kalau petunjuk sudah ada, ya kita tinggal menguatkan mencari lagi petunjuk lain," ujar Kapolsek Arcamanik Kompol Deng Rahmanto saat dikonfirmasi, Selasa (6/4).

Deny menuturkan pihaknya tak bisa tergesa-gesa dalam menentukan pelaku dan melakukan penangkapan. Pihaknya masih mencari bukti yang lebih kuat.

"Kita tinggal nyari petunjuk lain agar menguatkan. Karena kita jangan sampai salah menetapkan tersangka ke orang. Jadi kita harus hati-hati juga. Mudah-mudahan dalam waktu dekat keungkap," tuturnya.

Selain minimnya saksi, tak ada CCTV di tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu juga diungkapkan Amy Rahmawati (36), salah satu keluarga Yulin.

Pihaknya mengingatkan kepada Pemkot Bandung agar memasang kamera CCTV dan memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di jalan tersebut.

"Sebenarnya harapan saya bukan hanya ke pihak kepolisian saja ya, karena menurut saya ini kerjanya itu bukan polisi saja, tapi semua pihak ya, Pemkot juga," kata Amy via sambungan telepon, Selasa (6/4).

Amy meminta agar jalur tersebut diperhatikan fasilitas umumnya karena rawan terjadi tindak kejahatan dan kondisi jalananan yang gelap. "Benar-benar diperhatikan, karena daerah situ sudah rawan dari dulu-dulu, masa iya mau sampai kapan daerah situ rawan terus," ujarnya.

"Coba deh lewat daerah situ, habis magrib daerah itu setelah lampu merah Ujungberung sampai ke Sukamiskin penerangan jalan itu ada di sebelah kanan saja, sebelah kirinya enggak ada," tutur Amy menambahkan.

Diberitakan sebelumnya seorang warga Tasikmalaya dinyatakan meninggal dunia setelah menjadi korban pelemparan batu saat mengendarai mobil di Jalan AH Nasution, Kota Bandung.

Kejadian yang menimpa almarhum Yulin Prakasa (50) terjadi, Minggu (28/3) dini hari lalu saat korban hendak kembali ke Bandung dari Tasikmalaya dengan tujuan untuk bekerja.

Korban menghembuskan nafas terakhirnya, Jumat (2/4) lalu sekitar Pukul 22.20 WIB di Rumah Sakit Ujungberung Kota Bandung setelah mengalami luka parah di kepala.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian yang menimpa Yulin bukanlah yang pertama kalinya. Di hari yang sama dua kejadian serupa terjadi di Jalan Pacuan Kuda, yang letaknya tidak jauh dari SOR Arcamanik.

Unpad Buka Suara soal Kasus Prof Muradi Dituding Telantarkan Anak

Finalis Miss Lasdscape 2019 perwakilan Indonesia Era Setiyowati (Sierra) melaporkan suami sirinya Profesor Muradi ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Prof Muradi dituding menelantarkan anak hasil pernikahan siri mereka.
Pihak Universitas Padjajaran (Unpad) angkat bicara, terkait kasus yang saat ini sedang dihadapi Prof Muradi.

Kepala Kantor Humas Unpad Dandi Supriadi membenarkan hal tersebut dan mengarah ke salah satu guru besar Unpad.

"Memang betul kabar yang sudah ramai diberitakan tersebut mengarah ke salah seorang guru besar Unpad," katanya pesan singkat, hari ini.

Pihak Unpad juga sudah melakukan verifikasi secara internal, untuk mengecek informasi tersebut. Menurutnya, hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Unpad.

"Yang saya bisa informasikan sekarang, pihak Unpad sudah melakukan verifikasi internal terkait dugaan tersebut. Namun di luar itu semua, kasus yang terjadi adalah sepenuhnya merupakan masalah keluarga pribadi yang bersangkutan tidak ada sangkut pautnya dengan Unpad," ungkapnya.

Ia menuturkan kasus yang tengah dihadapi Prof Muradi merupakan ranah pribadi. Namun, secara etika pengajar, Unpad akan menyerahkannya ke Komisi Etika Senat Akademik.

"Implikasi hukum yang terjadi atau kesepakatan lainnya diserahkan kepada yang bersangkutan sebagai orang pribadi. Di Unpad sendiri, pembicaraan akan diserahkan kepada Komisi Etika Senat Akademik Unpad hanya untuk melihat apakah terjadi pelanggaran akademis atau tidak," jelasnya.

"Unpad tidak akan mencampuri urusan pribadi keluarga yang bersangkutan, "pungkasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4