Komisi Informasi Jabar Apresiasi Polri Cabut Telegram 'Liputan Media'

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 07 Apr 2021 10:34 WIB
Surat telegram Kapolri
Foto: Surat telegram Kapolri (ist)
Bandung -

Komisi Informasi Jawa Barat mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mencabut telegram rahasia (TR) yang berisi larangan bagi media untuk meliput arogansi anggota polisi. Ketua Komisi Informasi Jawa Barat Ijang Faisal menilai polisi sebagai badan publik, sejatinya harus menaati UU, termasuk UU 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Jadi intinya badan publik menurut UU keterbukaan informasi publik itu wajib memberikan informasi, dan polisi bagian dari badan publik. Terkait dengan pencabutan telegram itu, menurut saya itu hal yang wajar ya dalam sebuah institusi kemudian ketika membuat perintah telegram rahasia, kemudian dicabut lagi," ujar Ijang saat dihubungi detikcom, Rabu (7/4/2021).

Kendati begitu, ia menilai salah satu instruksi dalam telegram yang berisi soal arahan penayangan kegiatan polisi yang tegas namun humanis, merupakan poin yang baik. Pasalnya, kata dia, ada tayangan di televisi yang menampilkan tindakan penggerebekan, interogasi dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan penindakan oleh polisi yang disajikan secara gamblang kepada publik.

"Menurut saya, dalam telegram itu ada informasi yang dikecualikan, seperti contoh kita kan melihat media-media nasional dalam artian TV menayangkan penggerebekan, interogasi, hal-hal lain yang berhubungan dengan penindakan. Tetapi dalam UU itu ada pengecualian informasi publik yakni yang menghambat proses penegakan hukum, menghambat penyidikan dan penyelidikan pidana," tuturnya.

"Tapi justru sekarang polisi secara sadar bekerja sama dengan televisi menayangkan (aksi penindakan) kepada publik itu kan tidak boleh, tapi kalau soal pelarangan meliput tindakan arogansi itu tidak boleh (dilarang), karena itu kan bagian dari pengawasan kepada institusi polisi," ujar Ijang.

Lihat Video: Maju Mundur Pelarangan Tampilan Arogansi Polisi di Publik

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2