Kasus 'Bola Sabu' 402 Kg, WN Iran-Pakistan Divonis Hukuman Mati

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 21:14 WIB
Terdakwa Kasus Bola Sabu Divonis Hukuman Mati
Salah satu terdakwa (kanan) saat mendengarkan pembacaan sidang vonis kasus sabu di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Empat warga negara (WN) Iran dan Pakistan divonis hukuman mati oleh hakim Pengadilan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Mereka terlibat kasus sabu yang dikemas mirip bola yang totalnya seberat 402 kilogram.

Para terdakwa yaitu Hossein Salari Rashid, Mahmoud Salari Rashid (pria), dan Atefeh Nohtani (wanita) asal Iran, serta Samiullah (pria) asal Pakistan. Mereka hadir bergantian di persidangan yang digelar secara daring.

Pantauan detikcom di Kejaksaan Negeri Cibadak, sidang berakhir sekitar pukul 18.28 WIB. Atefeh sebagai terdakwa terakhir yang mendengarkan putusan majelis hakim.

"Total 13 orang terdakwa narkotik jaringan internasional majelis hakim Pengadilan Negeri Cibadak memutuskan 13 orang terdakwa dengan pidana mati, jadi conform dengan tuntutan JPU. Sedangkan satu orang dengan ancaman UU TPPU divonis selama lima tahun, conform juga dengan apa yang di tuntut JPU," kata Kajari Kabupaten Sukabumi Bambang Yunianto didampingi Kasi Pidum Dista Anggara, Selasa (6/4/2021).

Menurut Bambang, terkait keputusan itu penasihat hukum para terdakwa masih pikir-pikir. Selama proses persidangan, para terdakwa yang berstatus WNA mendapat perhatian dari kedutaan masing-masing dengan menyediakan penerjemah.

"Sementara ini untuk penahanan, masih tetap di Lapas Warungkiara. Masih ada masalah TPPU yang sedang akan nanti kita sidangkan juga, nanti akan di rilis pada kesempatan berikutnya," ucap Bambang.

Bambang mengingatkan seluruh pihak untuk waspada dengan peredaran narkotik di masa pandemi COVID-19. Jangan sampai pada saat pandemi ini melemahkan perhatian dan dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyelundupkan narkotik.

"Apresiasi tentunya kepada Polri khususnya Satgasus Merah Putih yang berhasil mengungkap kasus ini. Ke depan kita bersama-sama meningkatkan pemantauan mengingat Kabupaten Sukabumi yang secara geografis garis pantainya termasuk yang sangat panjang. Mereka manfaatkan untuk celahnya memasukkan sabu-sabu. Jangan sampai lengah," tutur Bambang.

Soal pertimbangan tuntutan mati hingga berbuah vonis yang sama dari majelis hakim, Bambang menyebut perbuatan para terdakwa sangat merugikan bangsa dan negara. "Tentunya sangat berbahaya untuk generasi penerus bangsa apalagi melihat barang buktinya yang sangat luar biasa banyak hampir 402 Kg," ucap Bambang.

Tonton video 'Dituntut Hukuman Mati, Terdakwa 'Bola Sabu' Atefeh Nohtani Histeris':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/bbn)