Jabar Banten Hari Ini: Habib Bahar Didakwa Penganiayaan-Abuya Uci Turtusi Wafat

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 19:48 WIB
Sidang Habib Bahar
Sidang Habib Bahar (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Berbagai kabar menarik datang dari Jawa Barat dan Banten. Mulai dari sidang penganiayaan sopir taksi online oleh Habib Bahar bin Smith hingga vonis mati pembawa bola sabu 402 kilogram di Sukabumi.

Berikut rangkuman berita dalam Jabar hari ini :

Habib Bahar Didakwa Aniaya Sopir Taksi Online

Habib Bahar bin Smith diadili kaitan kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online. Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah.

Hal itu diungkapkan dalam sidang beragenda dakwaan di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Selasa (6/4/2021). Sidang berlangsung secara virtual yang mana Habib Bahar berada di Lapas Gunung Sindur sedangkan Jaksa, hakim dan kuasa hukum Bahar di PN Bandung.

"Terdakwa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Barat saat membacakan dakwaan.

Penganiayaan ini sendiri terjadi pada Selasa 4 September 2018 lalu di kediaman Bahar di Perumahan Bukit Cimanggu Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Kasus ini melibatkan Bahar dan seseorang bernama Wiro.

"Bahwa terdakwa HB Assayid Bahar bin Smith bersama-sama dengan saudara Wiro (DPO)," kata JPU..

Perbuatan Bahar ini mengakibatkan korban mengalami luka. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan pasal 170 KUHP ayat (2) ke-1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55.

Jaksa juga mengungkap detik-detik penganiayaan oleh Bahar itu dilakukan. Menurut Jaksa, perkara itu bermula saat korban mengantar istri Bahar, Jihana Roqayah ke sebuah pasar dan pulang terlambat.

"Namun sesampainya di Jalan Mangga Besar Jakarta Barat terjebak macet, sehingga Jihana Roqayah mengajak saksi korban Andriansyah untuk berhenti dan makan di rumah makan Padang di Jalan Mangga Besar sambil menunggu jalan tidak macet dan sekitar pukul 20.00 WIB mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju rumah Jihana Roqayah," kata JPU.

Usia mengantar istri Bahar ke rumahnya, Bahar yang sudah berdiam diri di depan rumah langsung terlibat cekcok dengan istrinya itu. Bahar kemudian masuk ke dalam mobil dan memulai pemukulan.

Saat korban keluar dari mobil, Bahar mengejar dan kembali memukul korban. Bahkan selain dipukul, korban juga diketahui disabet menggunakan pisau dan lehernya sempat dicekik.

Bahar yang mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Gunung Sindur lalu ditanya hakim Surachmat guna menanggapi dakwaan itu.

Alih-alih menanggapi, Bahar justru berbicara mengenai peraturan kejaksaan nomor 15 tahun 2020 yang intinya jaksa menghentikan penuntutan terhadap terdakwa apabila pihak-pihak yang terlibat sudah sepakat berdamai.

"Jadi majelis hakim yang mulia setelah saya membaca surat dakwaan yang diberikan oleh jaksa. Tetapi majelis hakim di dalam undang-undang peraturan kejaksaan nomor 15 tahun 2020 tentang pergantian tuntutan," kata Bahar.

Majelis hakim lantas memotong dan meminta Bahar untuk tidak memberikan tanggapan berupa jawaban. Hakim lantas mempersilakan Bahar bila tak terima dengan dakwaan mengajukan eksepsi.

"Saya tidak eksepsi, tapi saya bingung perkara diteruskan. Peradilan restoratif justice korban keluarga dan pihak lain mencari penyelesaian pada keadaan semua kemudian dicabut atau ditarik kembali di luar Pengadilan. Adanya perdamaian korban, tersangka mengganti kerugian korban setelah upaya perdamaian diterima untuk diteruskan kepada kepala kejaksaan tinggi. Dalam proses perdamaian, Jaksa harusnya berperan sebagai fasilitator. Harusnya jaksa fasilitator karena ada perdamaian, ganti rugi," tutur Bahar menjawab hakim.

"Makanya saya bingung, kenapa masih dilanjutkan diteruskan. Harusnya jaksa menjadi mediator bukan penuntut," kata dia menambahkan.

Begitu juga dengan kuasa hukumnya. Ichwan Tuankotta kuasa hukum Bahar dalam sidang pun menyebutkan bila sudah ada perdamaian antara Bahar dan Andriansyah.

"Memang dari awal sudah ada perdamaian tertulis, ada dua alat bukti tertulis dan keterangan saksi baik itu perdamaian pencabutan laporan dan kompensasi sudah diterima. Kami sudah menyerahkan berkas itu di tingkat kepolisian dan kejaksaan makanya klien kami bingung gitu menyampaikan. Karena selama ini berdamai tidak ada apa-apa. Bahkan nanti kalau Jaksa hadirkan korban, silakan langsung," tutur Ichwan.

Hakim juga kemudian meminta Jaksa menanggapi secara lisan terkait perdamaian ini. Jaksa Kejati, Suharja kemudian berujar bila perdamaian ini nantinya akan masuk di pertimbangan saat penuntutan.

"Terkait apa ya g disampaikan Habib Bahar maupun penasihat hukumnya telah ada perdamaian, namun kami Penuntut Umumberpendalat harus ada kepastian, makanya dilakukan proses persidangan. (Perdamaian) kami pertimbangkan dalam proses penuntutan," kataSuharja.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5