Ridwan Kamil Ikut Kebijakan Pusat soal Salat Tarawih dan Idul Fitri

Yudha Maulana, Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 16:13 WIB
Masjid Agung Cimahi siap menggelar salat taraweh
Masjid Agung Cimahi siap menggelar salat taraweh (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mengikuti aturan pemerintah pusat soal pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri. Seperti diketahui, ibadah di bulan Ramadhan itu diizinkan oleh pemerintah pusat selama menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Semua yang diputuskan pemerintah pusat, pada dasarnya Pemprov Jabar akan ikuti ya fatwa-fatwanya, (seperti) terkait buka bersama mungkin ditunda dulu. Idul Fitri kita menyesuaikan tidak ada beda," ucap Ridwan Kamil di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Selasa (6/4/2021).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Rafani Achyar mengatakan, akan menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri kepada pemerintah, ormas Islam, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan MUI di daerah.

"Jadi kan prinsipnya salat tarawih itu diizinkan, tapi harus dengan memenuhi protokol kesehatan secara ketat. Atau misal di masjid di kompleks yang biasa digunakan oleh masyarakat di lingkungannya, jemaah dari luar jangan," ujar Rafani.

Kemudian juga, ia mengimbau agar pelaksanaan ibadah di masjid pun tetap mengikuti pedoman social distancing. Selain itu, ujarnya, MUI juga tidak menganjurkan pelaksanaan buka bersama dan takbir keliling. "Termasuk ceramah Ramadhan itu usahakan sesingkat mungkin, jangan terlalu lama. DKM juga harus mengingatkan ketika sedang berlangsung tausiah tarawih," katanya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengambil keputusan terkait ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah membolehkan salat tarawih dan Idul Fitri di masjid dan lapangan dengan catatan harus dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas pada komunitas setempat.

Selain protokol kesehatan, Muhadjir juga meminta agar pelaksanaan salat di bulan Ramadhan tersebut dilakukan dalam lingkup komunitas yang sama.

"Yang harus dipatuhi adalah protokol harus tetap, prokes harus tetap dilaksanakan dengan sangat ketat. Kemudian jamaahnya boleh di luar rumah, tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas," imbuh dia.

Muhadjir berharap salat berjamaah Tarawih dan Idul Fitri diupayakan sesederhana mungkin sehingga waktunya tidak terlalu panjang.Muhadjir menekankan kondisi saat ini masih daruratCOVID-19.

Selanjutnya
Halaman
1 2