Soroti Penanganan Korban Longsor, Bupati Garut: SKPD-nya Lelet!

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 13:04 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan
Bupati Garut Rudy Gunawan (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Garut -

Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku kecewa dengan penanganan para korban tanah longsor di Cilawu yang terkesan lambat. Dia meminta semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) segera menuntaskan.

"Ya ini lah, SKPD-nya lelet lah," ucap Rudy, Senin (5/4/2021).

Longsor di Cilawu tersebut terjadi tanggal 12 Februari 2021 lalu, tepatnya di Kampung Cipager dan Babakan Kawung, Desa Karyamekar. Tebing dengan tinggi sekira 50 meter longsor saat hujan deras melanda kawasan tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, ngerinya longsor itu terlihat saat beberapa dokumentasi pantauan udara tersebar via WhatsApp.

Data terakhir yang diperoleh dari Pemkab Garut, ada ratusan rumah yang terancam. Terdiri dari 60 rumah yang masuk zona merah serta 49 rumah yang masuk zona kuning.

Hingga saat ini para korban belum mendapatkan tempat pengganti dari rumah yang sebelumnya diminta untuk dikosongkan. Akibatnya, sebagian dari para pengungsi memilih untuk kembali.

Menurut dia, ada beberapa kendala yang terjadi dalam relokasi korban bencana longsor di Cilawu. "Memang seperti Cilawu itu ada persoalan. Rumahnya tidak mau dijual, tanahnya apa lah dan sebagainya," katanya.

Rudy meminta maaf dengan keterlambatan proses relokasi yang terjadi. "Akan kita percepat, semuanya akan kita percepat. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan," ucapnya.

Ia memastikan para korban akan mendapatkan rumah pengganti. Langkah sementara yang akan dilaksanakan adalah memberikan jatah hidup (jadup) dan biaya sewa rumah pada korban.

"Untuk jadup dan biaya sewa, hari Rabu saya beresin," ujar Rudy.

Simak juga 'Jalan Alternatif di Sumedang Tertimbun Longsor':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)