Taksi Gelap Menjamur, Ratusan Sopir Elf di Cianjur Mogok Beroperasi

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 11:59 WIB
Terminal Pasirhayam Cianjur Sepi
Suasana Terminal Pasirhayam Cianjur sepi akibat sopir elf mogok beroperasi. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Ratusan sopir angkutan umum di Kabupaten Cianjur mogok beroperasi. Mereka protes lantaran banyak travel gelap sehingga penumpang sepi.

Oman Nurohman (37), sopir elf jurusan Cianjur-Sindangbarang mengatakan, aksi mogok tersebut dilakukan sejak Sabtu (3/4) dan terus berjalan hingga hari ini, Senin (5/4/2021)

"Kita terpaksa mogok kerja karena sepi penumpang akibat banyak travel gelap. Kita sekarang sudah sepi penumpang akibat COVID-19, sekarang ditambah lagi sama travel gelap," ujar Oman.

Menurutnya, travel gelap bermunculan sejak Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu. Larangan mudik Lebaran membuat calon pemudik menggunakan jasa travel gelap, sebab sulit terdeteksi petugas.

Saat ini, lanjut dia, travel gelap tersebut sudah menjamur ke seluruh kecamatan di selatan Cianjur. Mereka mengambil penumpang mulai dari Jakarta, Bandung, Bekasi dan daerah lainnya.

"Mereka kan pakai pelat nomor hitam, seperti mobil pribadi lainnya. Jadi sulit terdeteksi petugas di perbatasan. Kesempatan itu yang dimanfaatkan cari penumpang, dengan iming-iming bisa lolos mudik. Kami yakin di momen Lebaran sekarang akan bertambah banyak, soalnya mudik dilarang lagi. Jadi kesempatan lagi untuk travel gelap ini cari penumpang," tutur Oman.

Sopir angkutan umum meminta pemerintah dan polisi segera menertibkan para taksi gelap. "Kita kan jelas trayeknya, jam operasinya jadi sudah diatur. Kalau mereka pasti semaunya, sehingga nggak ada penumpang buat kita," kata Oman.

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai memerintahkan bagian Satlantas untuk memeriksa kelengkapan dari surat-surat travel gelap tersebut. "Kita sudah perintahkan bagian Lantas untuk mengecek semua. Jika kedapatan yang tidak memenuhi izin kita akan tindak lanjut," kata Rifai.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Cianjur Hendra Wira Wiharja menyampaikan sejak awal Februari 2021 pihaknya telah melakukan pembahasan untuk menangani taksi gelap tersebut. Wira menyebutkan di Cianjur ada 1.500 angkutan umum, tercatat yang aktif berjumlah 750 unit.

Dishub Cianjur telah memperingatkan para sopir taksi gelap agar tidak beroperasi. "Kalau ada yang bandel, kita tindak. Kita kerja sama dengan kepolisian untuk menindak travel gelap tersebut," ujar Wira.

Lihat juga video 'Taksi Gelap yang 'Selundupkan' Pemudik Ketahuan di Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)