Kapal Barokah Jaya Tabrak MV Habco Pioneer, BPBD Jabar: Kesalahan Navigasi

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 04 Apr 2021 21:22 WIB
Petugas gabungan masih mencari 17 abk yang hilang di Indramayu
Pencarian korban tabrakan kapal di Indramayu (Foto: Dok SAR Bandung)
Bandung -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat (BPBD Jabar) merilis dugaan penyebab tabrakannya kapal nelayan Barokah Jaya dengan kapal kargo MV Habco Pioneer di perairan Indramayu, Jawa Barat pada Sabtu (3/4/2021) petang.

Kasie Pencegahan BPBD Jabar Hadi Rahmat mengatakan, tabrakan diduga karena cuaca buruk dan kesalahan navigasi. "Tabrakan Kapal antara kapal MV Barokah Jaya dengan kapal MV Habco Pioneer akibat cuaca buruk dan kesalahan navigasi," kata Hadi dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Akibat tabrakan, kapal nelayan yang ditumpangi oleh 32 orang anak buah kapal (ABK) terbalik. Hingga pukul 11.00 WIB, dua ABK dilaporkan meninggal dunia, 15 ABK berhasil diselamatkan dan 15 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

"2 orang ABK telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia (MD) dan masih dalam proses identifikasi," ujar Hadi.

Dua korban yang tak bernyawa tersebut ditemukan tersangkut pada jaring dan satu korban lainnya ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian perkara (LKP) tabrakan antara Kapal Barokah Jaya dan MB Habco Pioneer.

"Hingga saat ini Tim BSG telah memastikan bahwa di LKP tidak ada lagi korban yang ada di dalam MV Barokah Jaya," ujar Kepala Kantor SAR Bandung Deden Ridwansah dalam keterangannya, Minggu (4/4).

Pada pagi tadi pencarian terhadap belasan ABK MV Barokah Jaya akan dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi 3 (tiga) dimana SRU pertama akan dilakukan penyisiran oleh KN SAR 103 WISNU dengan luas area pencarian hingga radius 26.5 NM2 di sekitar area kejadian.

SRU kedua akan dilakukan penyisiran oleh KM Baru Regem dengan luas area pencarian hingga radius 26.5 NM2 di sekitar area kejadian, dan SRU ketiga akan dilakukan penyisiran oleh RIB 01 Bandung dengan luas area pencarian hingga radius 19.6 NM2 di sekitar area kejadian.

"Kurang lebih ratusan personil SAR gabungan dengan sarana serta alat utama sudah dikerahkan secara maksimal untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan hingga pagi ini, kami berharap korban segera kita temukan." kata Deden.

Operasi SAR gabungan melibatkan beberapa personil yang terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Basarnas Special Group (BSG), Satpol Air Polres Cirebon, Lanal Cirebon, UPP Indramayu, dan HNSI Indramayu.

(yum/mud)