Aa Umbara Tambah Daftar Bupati Bandung Barat Terjerat Korupsi

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 02 Apr 2021 09:15 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara
Bupati Bandung Barat Aa Umbara (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Bandung Barat -

KPK menetapkan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial KBB tahun 2020 oleh KPK pada Kamis (1/4).

Penetapan tersebut sekaligus menambah daftar orang nomor satu di kabupaten yang terbentuk pada tahun 2007 silam itu terjerat perkara korupsi. Dari dua bupati yang memimpin Bandung Barat, dua-duanya menjadi pesakitan akibat korupsi yang dilakukan.

Berikut detikcom rangkum bupati Bandung Barat yang terjerat korupsi.

1. Abubakar (2007-2018)

Mantan Bupati Bandung Barat Almarhum Abubakar tersandung kasus korupsi di akhir-akhir masa jabatannya sebagai Bupati Bandung Barat dua periode pada 2018 silam.

Bermula saat kabar KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Abubakar pada Selasa (11/4/2018). Namun politisi PDIP itu mengelak dengan menggelar konferensi pers dengan wartawan di Padalarang.

Bupati Bandung Barat abubakar saat memberikan keterangan kepada wartawan.Abubakar Foto: Mukhlis Dinillah

Saat itu, Abubakar membantah dirinya ditangkap KPK namun mengakui pada hari yang sama beberapa petugas KPK datang menemui dirinya. Hanya sehari berselang, tepatnya Rabu (12/4/2018), Abubakar dicokok KPK usai menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung.

Hari itu juga, KPK membawa Abubakar ke Jakarta dan menetapkan dirinya sebagai tersangka. KPK menyebut masing-masing SKPD di Pemda KBB rata-rata menyetor uang senilai Rp 40 juta untuk Abubakar.

Abubakar diduga menerima suap Rp 435 juta untuk keperluan kampanye istrinya Elin Suharliah yang menjadi kontestan Pilbup Bandung Barat. Uang itu diduga diminta Abubakar secara terus menerus kepada sejumlah kepala dinas di wilayahnya dalam kurun waktu Januari hingga April 2018.

Pada 2019, Abubakar meninggal saat statusnya tengah menjalani masa hukuman. Selama berada di Lapas Sukamiskin, Abubakar tergolong narapidana berkelakuan baik. Abubakar yang divonis 5,5 tahun pada bulan Desember 2018 itu memang baru 7 bulan menjalani hukumannya di Lapas Sukamiskin.

2. Aa Umbara Sutisna

Nama berikut ini masih hangat lantaran baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam perkara korupsi Bansos COVID-19 di Bandung Barat pada tahun 2020.

Aa Umbara Sutisna akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya KPK maraton melakukan penggeledahan di kediaman pribadi Aa Umbara dan kantor Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat. Lalu pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dan pihak swasta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka penyidik KPK terlebih dahulu melakukan serangkaian penggeledahan di kediaman pribadi keluarga Aa Umbara dan di lingkungan Kantor Pemkab Bandung Barat.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan wilayah Kabupaten Bandung Barat dilakukan pembagian bantuan sosial (bansos) bahan pangan dengan 2 jenis paket dengan anggaran Rp 52,1 miliar. Dari proyek bansos ini Andri Wibawa yang tak lain anak Aa Umbara mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar.

"Kurun waktu April sampai Agustus 2020, di wilayah Kabupaten Bandung Barat, dilakukan pembagian bantuan sosial (bansos) bahan pangan dengan 2 jenis paket yaitu bantuan sosial Jaring Pengaman Sosial (Bansos JPS) dan bantuan sosial terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB) sebanyak 10 kali pembagian dengan total realisasi anggaran senilai Rp 52,1 miliar," kata Alexander.

"Dengan menggunakan bendera CV JCM dan CV SJ, AW mendapatkan paket pekerjaan dengan total senilai Rp 36 miliar untuk pengadaan paket bahan pangan Bansos JPS dan pengadaan paket bahan pangan bansos JPS," ujar Alexander.

Simak video 'KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Tersangka Pengadaan Barang COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)