Ridwan Kamil: Polisi dan TNI Siaga Satu Amankan Hari Paskah di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 22:31 WIB
Ridwan Kamil temui Edy di Medan (Datuk-detikcom)
(Foto: Ridwan Kamil temui Edy di Medan (Datuk-detikcom)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan aparat TNI dan Polri saat ini dalam kondisi siaga satu mengamankan prosesi ibadah Jumat Agung bagi umat Nasrani di Jawa Barat, besok (1/4/2021).

"Saya menjamin secara keamanan sudah dikoordinasikan nanti di Hari Paskah di Hari Jumat, silakan umat Kristiani untuk tidak takut melaksanakan kegiatan peribadatan," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (1/4/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, kepolisian dan TNI juga akan menguatkan keamanan di titik-titik strategis yang diperlukan. "Termasuk penguatan di gedung-gedung pemerintahan, di kantor polisi juga dalam siaga satu," katanya.

Sebelumnya, rentetan aksi teror terjadi di sejumlah lokasi di Indonesia dalam satu pekan terakhir. Gereja Katedral di Makassar tak luput menjadi sasaran aksi teror bom, kemudian aksi lone wolf ZA juga membuat geger setelah menyerang Mabes Polri.

"Kita menyesali peristiwa terorisme yang merentet dari Makassar kemarin ke Mabes Polri, tentu kita mengutuk keras terorisme ini, dan tetap menjadi tantangan kita untuk selalu waspada," kata Kang Emil.

Imbas dari serangan teror tersebut juga membuat keamanan di sejumlah fasilitas publik diperketat. Salah satunya Bandara Husein Sastranegara. Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Ali Gusman mengatakan, pengawasan keamanan di bandara yang notabene fasilitas publik yang vital akan diperketat.

"Kami di lingkungan Bandara Husein Sastranegara, sehari-hari melakukan pengamanan yang kalau menurut saya, sudah cukup ketat dan dengan adanya kejadian kemarin (terorisme) kami mendapatkan informasi, kami dapat menginformasikan agar lebih diperketat lagi," ujar Ali di Bandara Husein, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya, keberadaan Bandara Husein yang berada di lingkungan kompleks TNI AU mempersempit ruang gerak dari terorisme. Antisipasi preventif juga kerap dilakukan dengan melakukan pengecekan kendaraan yang masuk secara acak.

"Jadi sudah masuk pintu gerbang kami dulu, kami setiap hari melakukan random check kendaraan yang masuk, orang yang masuk, kendaraan pengantaran dan kendaraan umum berupa taksi dan lainnya," ujar Ali.

(yum/mud)