Isu Sepinya Bandara Kertajati Bikin Bupati Majalengka Prihatin

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 17:59 WIB
Bupati Majalengka Karna Sobahi prihatin dengan isu sepinya Bandara Kertajati
Bupati Majalengka Karna Sobahi prihatin dengan isu sepinya Bandara Kertajati (Foto: Bima Bagaskara)
Majalengka -

Isu sepinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka masih terus menjadi bahasan publik. Sejak diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 24 Mei 2018 lalu, bandara ini belum juga menunjukkan kapasitasnya sebagai bandara kebanggaan warga Jawa Barat.

Hal itu pun diperparah dengan pandemi COVID-19 yang membuat penerbangan penumpang di bandara tersebut ikut dihentikan. Saat ini di Bandara Kertajati sendiri hanya melayani penerbangan kargo rute Kertajati-Batam.

Kondisi sepinya Bandara Kertajati itu membuat Bupati Majalengka Karna Sobahi merasa prihatin. Kepada detikcom Karna mengaku saat ini kondisi bandara yang berada di Kecamatan Kertajati itu tidak sesuai dengan harapan awal.

"Kondisi sekarang tentu prihatin kita, siapa yang tidak prihatin dengan kondisi BIJB sekarang. Diawal-awal kita ingin ini (BIJB) ada penerbangan penumpang, haji dan sebagainya," kata Karna saat ditemui di kantornya Kamis (1/4/2021).

Dengan keprihatinan atas kondisi yang terjadi di BIJB Karna meminta pihak pengelola bandara untuk bisa memberdayakan hal-hal yang mampu membuat bandara tersebut kembali bergeliat.

Karna juga mengatakan telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan, Gubernur Jawa Barat dan kepala daerah di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) untuk membahas isu Bandara Kertajati.

"Ketika rapat dengan Menhub, Gubernur dan para Bupati di wilayah 3 dengan membaca kondisi BIJB seperti ini kami meminta agar Dirut memberdayakan BIJB," ucapnya.

Ia pun mengaku sangat mendukung rencana pemerintah yang akan membuka bisnis perawatan pesawat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) atau bengkel pesawat di Bandara Kertajati.

Yang terpenting saat ini kata dia, aktivitas di Bandara Kertajati bisa kembali bergeliat dan mampu menjalankan roda perekonomian.

"Kalau hanya terpaku dengan penerbangan penumpang kan tentu tidak mudah sekarang ini, makanya dicoba apakah untuk kargo, kemudian untuk pemeliharaan pesawat yang bisa menghasilkan uang," ujar Karna.

"Dengan cara apapun itu yang penting bisa menghasilkan uang. Kalau jadi tempat pemeliharaan dan parkir pesawat itukan dapat uang nantinya," pungkasnya.

(mud/mud)