Cegah Teror, Kesbangpol Bandung Minta Kewilayahan Gencar Operasi Yustisi

ADVERTISEMENT

Cegah Teror, Kesbangpol Bandung Minta Kewilayahan Gencar Operasi Yustisi

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 01 Apr 2021 15:29 WIB
High-risk terror offenders in Australia may now be kept in jail even after serving their sentences, under new legislation that strengthens laws to tackle the threat posed by extremists (AFP Photo/NEW SOUTH WALES POLICE)
Ilustrasi terorisme (Foto: AFP Photo/NEW SOUTH WALES POLICE)
Bandung -

Dua aksi teror terjadi di Makassar dan Jakarta. Densus 88 amankan sejumlah terduga teroris di sejumlah daerah, seperti di Jawa Barat dimana Densus 88 melakukan penangkapan terhadap terduga teroris di Sukabumi dan Kota Bandung.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung meminta kewilayahan agar menggelar kembali operasi yustisi untuk mencek identitas (KTP) warga pendatang.

"Kami mohon kepada kewilayahan berkerja sama dengan Foekpimcam untuk melaksanakan kegiatan yang namanya operasi yustisi atau administrasi kependudukan terutama di tempat-tempat kos atau kontrakan," kata Kepala Kesbangpol Kota Bandung Bambang Sukardi via sambungan telepon, Kamis (1/3/2021).

"Untuk mengantisipasi warga masyarakat yang masuk memiliki identitas yang jelas, salah satunya," tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengeluarkan surat edaran agar kewilayahan melakukan operasi yustisi terhadap warga pendatang.

"Ada kemungkinan. Kita bisa membuat sesuatu yang bisa dikatakan imbauan, nanti kita buat konsep untuk surat edaran, hal-hal untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, seperti yang kemarin di Makassar, Bekasi dan termasuk kejadian di Mabes Polri. Ketika kita melakukan hal-hal preventif, insya Allah warga luar yang punya niatan negatif bisa kita counter," ungkapnya.

Pihaknya meminta kewilayahan, dengan melihat situasi dan kondisi seperti saat ini, pada prinsipnya harus cepat mengambil langkah-langkah antisipasi, terutama tetap harus melakukan sosialisasi bahwa tamu lapor 1x24 jam.

"Jangan sampai ada warga masyarakat dari luar, datang ke wilayahnya tanpa sepengetahuan pengurus," tegasnya.

"Kepada para lurah, camat untuk segera membuat imbauan antisipasi hal-hal tidak diinginkan. Ini merupakan suatu bentuk langkah deteksi dini.
Mengajak semua kelembagaan di bawah kewilayahan baik tingkat kelurahan dan kecamatan, termasuk binaan RT dan RW untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menghimbau dan melakukan siskamling. Itu deteksi dini," jelasnya.

Selain itu, Camat dan Lurah juga harus senantiasa menggandeng tokoh masyarakat. Selain itu, jika ada hal-hal yang mencurigakan segera berkoordinasi dengan aparat kewilayahan.

"Mengajak semua tokoh masyarakat untuk tetap menyampaikan informasi apa yang sekarang terjadi, jangan sampai ada hal-hal dan kegiatan yang mencurigakan untuk segera menghubungi aparat yang berwajib, bisa berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas," ucapnya.

Saat disinggung, apakah di Kota Bandung rentan penyebaran paham radikalisme. Pihaknya menyebut, di setiap daerah potensi itu selalu ada.

"Semua pun di situasi atau tempat apapun, yang namanya radikal berpotensi, tapi bagaimana pun juga yang paling pokok kembali pada ketahanan keluarga sebagaimana yang disebutkan oleh Pak Wali Kota, bahwa kunci segala sesuatu permasalahan adalah berada di dalam keluarga dan sejauh mana orang tua membimbing putra putrinya agar tidak terimbas menyebarkan informasi yang mengarah pada hal tersebut," pungkasnya.

(wip/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT