Sekolah Tatap Muka di Garut Digelar Mei, Pemkab: Untuk Adaptasi

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 31 Mar 2021 14:26 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Garut -

Pemkab Garut meminta sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan mereka untuk bersiap menjalankan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka di Garut diharapkan bisa digelar bulan Mei 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong mengatakan, saat ini persiapan pembelajaran tatap muka terus digodok oleh Pemda.

"Kami sudah punya gerakan 'Ayo Masuk Sekolah'. Gerakan ini salah satunya bagaimana sekolah mempersiapkan SOP untuk pembelajaran tatap muka. Yang paling utama adalah prokes," ucap Totong kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Totong mengatakan, berdasarkan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat, ada tiga unsur yang harus dipenuhi agar sekolah bisa menggelar pembelajaran tatap muka.

Pertama, adalah izin dari tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 daerah. Kedua, harus lengkapnya daftar kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan tatap muka serta yang ketiga izin dari orang tua siswa.

"Kalau untuk poin 2, tidak ada alasan sekolah tidak siap, karena anggarannya sudah ada. Di fase ini, sekolah harus benar-benar mempersiapkan," katanya.

Totong menjelaskan, Pemda Garut sendiri menargetkan pembelajaran tatap muka bagi TK, SD dan SMP yang berada di bawah naungan Disdik Garut untuk digelar pada bulan Mei. Ada beberapa pertimbangan terkait itu, salah satunya adalah adaptasi murid dengan pengajar.

"Aturan dari pusat itu selambat-lambatnya digelar Juli. Kami di Garut, sesuai instruksi Pak Bupati rencananya digelar Mei. Salah satunya untuk adaptasi antara murid dan guru, murid kelas 1 SD dan kelas 7 SMP yang baru masuk tahun ini kan belum tahu siapa temannya siapa gurunya secara langsung," ucap Totong.

Kendati demikian, nantinya pembelajaran untuk para pelajar akan digelar dalam dua metode yakni pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Anak yang tidak diizinkan oleh orang tuanya untuk mengikuti sekolah tatap muka bisa tetap bersekolah dengan metode PJJ.

Sementara terkait vaksinasi, saat ini masih banyak guru yang belum melaksanakan vaksinasi. Disdik dan Dinkes Garut memprioritaskan guru yang berdinas di sekolah yang lokasinya termasuk ke zona merah.

"Vaksinasi saat ini alhamdulillah terus berjalan oleh Dinkes. Mudah-mudahan bisa rampung pada bulan Mei. Kami sendiri mewajibkan guru untuk menjalani vaksinasi, kecuali yang tidak memenuhi persyaratan," tutup Totong.

(mso/mso)