KPK Didesak Segera Umumkan Tersangka Kasus Pengadaan Barang COVID-19 di KBB

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 17:40 WIB
Bupati Bandung Barat Aa Umbara lantik 5 kepala dinas di tengah kasus korupsi
Bupati Bandung Barat Aa Umbara lantik 5 kepala dinas di tengah kasus korupsi (Foto: Dok humas KBB)
Bandung Barat -

Forum Peduli Bandung Barat (Forbat) menuntut KPK segera menyebutkan nama orang-orang yang terlibat dalam perkara dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi COVID-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Hal tersebut lantaran selama ini KPK terkesan terlalu berhati-hati lantaran belum juga mengumumkan siapa saja yang terlibat hingga akhirnya opini liar bergulir di kalangan masyarakat Bandung Barat.

Terbaru tiga orang terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 pada Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020 dilarang bepergian ke luar negeri.

Surat pelarangan itu sudah dikirim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam rangka kepentingan pemeriksaan kasus tersebut. Namun tidak disebutkan siapa saja namanya.

"Pencekalan itu kan salah satu SOP KPK untuk memperlancar pemeriksaan. Hanya saja masalahnya Jubir KPK tidak mau menyebutkan nama. Ini akan jadi polemik di masyarakat, jadi opini liar," ungkap Suherman kepada wartawan, Selasa (30/3/2021).

Pada prinsipnya, ia mengapresiasi apa yang sedang dilakukan KPK saat ini. Namun tidak terbukanya KPK membuat pihak terperiksa yang belum tentu terlibat langsung dalam perkara tersebut bisa disudutkan.

"Saya paham ada SOP yang harus dilaksanakan. Tapi ini makin liar, semakin aneh. Kita kasihan ke orang-orang yang diperiksa, nantinya malah muncul stigma yang lain-lain padahal belum tentu terlibat," jelasnya.

Perihal sprindik yang beredar dan mencatut nama Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna dan anaknya Andri Wibawa serta dari pihak swasta Totoh Gunawan dirinya mengisyaratkan surat tersebut memang benar adanya.

"Kalau memang hoaks atau tidak benar logikanya kan nama-nama itu (bupati dan anaknya) tinggal lapor polisi atau klarifikasi bahwa itu hoaks, saya tidak terlibat. Termasuk KPK, tapi ini kan adem-adem saja," ujarnya.

Agar kasus ini semakin terang dalam waktu dekat ini pihaknya akan datang langsung ke Jakarta. Ia mendesak KPK untuk segera mengumumkan nama-nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini.

"Kita mendesak secepatnya mengumumkan nama tersangka agar tidak terjadi polemik liar di masyarakatKBB," tegasnya.

Simak video 'Saat Geledah Rumah Bupati Bandung Barat, KPK Selidiki Pengadaan Barang Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]