Diajarkan Berkebun, Santri di Purwakarta Hasilkan Puluhan Juta Rupiah

Dian Firmansyah - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 11:08 WIB
Ponpes di Purwakarta berkebun, santri raup puluhan juta rupiah
Foto: Dian Firmansyah
Purwakarta -

Mendengar kata santri mungkin orang berpikir hanya melakukan pembelajaran agama dan mengaji, namun tidak dengan para santri yang ada di Pondok Pesantren Minnatul Huda di Kampung Cibogopentas, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat. Selain belajar agama, mereka juga mendapat pembinaan dalam hal pertanian atau agribisnis.

Mereka diajarkan bagaimana memanfaatkan lahan di sekitar pesantren maupun menggarap lahan seluas 8 ribu meter milik ponpes tersebut. Selain di media tanah, santri diajarkan menggunakan hidroponik media tanpa tanah dan diganti dengan kokopid serta skam lewat metode green house.

"Di pondok pesantren ini kita mengajarkan anak untuk memiliki keahlian lain selain berilmu agama. Kita mengajarkan bercocok tanam sebagai bekal keahlian dan kemandirian jika mereka sudah selesai di pesantren," ujar Cecep Sahal Abusalam Pengelola pesantren, Minggu (28/03/2021).

Cecep menjelaskan, Teknik penyiraman dan pemupukan sayuran tidak manual tapi menggunakan alat yang terintegrasi ke satu pohon dengan pohon lainnya. Terdapat dua buah wadah air besar yang disimpan di sekitar tanaman, kemudian disambungkan menggunakan pipa dan selang ke setiap tanaman, di waktu penyiraman dapat dihidupkan manual atau dikendalikan menggunakan aplikasi di smartphone.

"Menggunakan sistem irigasi, hal itu dilakukan untuk menekan biaya operasional dan tidak mengganggu aktivitas santri mengaji dan belajar," katanya.

Berbagai macam tanaman mulai dari buah-buahan, sayuran hingga padi di ajarkan. Sejak 2015 program ini bergulir, omzet dari tanam cabai yang paling besar keuntungannya mencapai Rp 50 juta per musim yang masa panennya bisa sampai empat atau lima kali.

Hasil panen dari pertanian yang dilakukan para santri ini tak sekedar untuk memenuhi kebutuhan santri, melainkan dijual dan hasilnya dialokasikan untuk pengembangan sarana dan prasarana pondok pesantren.

"Kami memasarkan hasil panen gunakan media sosial. Kami sudah menjual di dalam dan luar kota. Kalau komoditas melon kami jual ke Pondok Pesantren Al Ittifaq Bandung untuk dikirim ke Belanda," katanya.

Sementara pengakuan salah satu santriwati yang ikut belajar bercocok tanam. Ia sangat senang bisa belajar dipondok peaantreny ini, selain agama, bekal untuk di kehidupan masa depan pun di ajarkan.

"Belajar banyak belajar kitab belajar hapalan ada juga belajar bercocok tanam jika ada waktu luang kita diajarkan ke kebun diajarkan menanam dan memanen," ujar Icha.

Sebagai informasi, Ponpes Minnatul Huda menyediakan pendidikan formal, seperti SD, SMP, dan SMK berbagai jurusan, semisal TKJ, Akuntansi, dan Agribisnis. Para santri yang mondok pun ada yang hanya fokus mondok dan ada pula yang mondok sambil sekolah.

Simak Video: Lahan Kosong Dimanfaatkan Warga Karanganyar untuk Menambah Penghasilan, Jawa Tengah

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)