BP2MI Amankan 33 Orang yang Hendak Berangkat Ilegal ke Taiwan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 27 Mar 2021 17:37 WIB
Pekerja Migran Diamankan BP2MI Bandung
Pekerja migran yang diamankan BP2MI di Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

BP2MI akan mengajukan perkara ini ke proses hukum. Ade masih memeriksa sponsor yang merekrut dan menampung mereka.

"Semaksimal mungkin ke arah hukum sesuai dengan apakah yang dimaksud tindakan perdagangan orang atau penempatan secara non prosedural. Seusai keterangan yang diperlukan terpenuhi," kata Ade.

Sementara melalui telekonferensi, Kepala BP2MI Benny Rhamdani menjelaskan janji pemberangkatan puluhan calon pekerja migran tersebut terindikasi penipuan. Sebab, kata dia, berdasarkan aturan yang dikeluarkan pemerintah Taiwan, saat ini Taiwan belum menerima warga negara asing, termasuk pekerja migran untuk masuk ke negara tersebut.

"Upaya memberangkatkan sesuai hasil sidak kedua jelas juga ini penipuan, karena hingga hari ini Taiwan masih dilakukan penutupan masuknya warga negara asing, termasuk calon pekerja migran dengan alasan kondisi COVID-19," tutur Benny.

Menurut Benny, terungkapnya puluhan orang calon pekerja migran ke Taiwan tersebut bermula dari adanya salah satu calon pekerja migran yang mendatangi kantor Taipei Economics and Trade Office (TETO). Calon pekerja migran itu menanyakan perihal bisa kerja dan perjanjian kerja (PK) ke Taiwan yang diurus oleh salah satu pusat penelitian dan pengabdian di Bandung.

Ia langsung meminta UPT BP2MI menelusuri yang akhirnya menemukan puluhan calon pekerja migran ditampung di lokasi tersebut. Hasil pemeriksaan juga diinformasikan bila ada pihak dari TETO Jakarta akan datang melakukan wawancara.

"Kita sudah konfirmasi ke TETO bahwa mereka tak pernah mengirim orang untuk interview. Setiap pekerja migran Indonesia yang akan mengurus bisa ke Taiwan, harus datang ke kantor TETO di Jakarta dan interview dilakukan hanya di kantor TETO Jakarta," ujar Benny.

Dari hasil penelusuran BP2MI, pihak sponsor yang hendak memberangkatkan 33 pekerja migran tersebut akan diberangkatkan melalui salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan agensi di Taiwan. "Namun dia mengakui tidak pernah berkomunikasi langsung dengan pihak PT dan hanya berkomunikasi dengan pihak agensi di Taiwan," ucap Benny.

Para calon pekerja migran ini akan dititipkan terlebih dahulu di kantor BP2MI Bandung guna menjalani pemeriksaan. Rencananya setelah selesai dilakukan pemeriksaan, mereka dipulangkan ke tempat asalnya masing-masing.

Halaman

(dir/bbn)