Ridwan Kamil Sebut Pemekaran Bogor Timur-Indramayu Barat Sedang Diproses

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 19:15 WIB
Ridwan Kamil di Kampung Ciptagelar Sukabumi
Ridwan Kamil (Foto: Syahdan Alamsyah)
Bandung -

Pemprov dan DPRD Jabar tengah memproses dua daerah yang akan masuk ke dalam Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB). Dua daerah itu yakni Bogor Timur dan Indramayu Barat. Usulan dua daerah CDPOB itu pun dijadikan agenda pembahasan dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Jabar, Jumat (26/3/2021).

"Jabar sedang memproses dua daerah perencanaan otonomi daerah baru, satu adalah Bogor Timur kurang lebih untuk penduduk satu jutaan kemudian dua kabupaten Indramayu Barat untuk penduduk sekitar 600 ribuan, kira-kira begitu," kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai rapat paripurna.

Menurut Ridwan, persyaratan teknis berupa persetujuan dari tingkat desa hingga Pemkab setuju untuk melakukan pemekaran.

"Kemudian bupati dan DPRD merekomendasikan dan finalnya ada di kami dan setelah itu kami kirim ke pemerintah pusat sehingga total dalam dua tahun kemungkinan menjadi lima," kata Ridwan.

Sebelumnya, pengajuan tiga CDPOB yakni Bogor Barat, Garut Selatan dan Sukabumi Utara telah dikirimkan ke Kementerian Dalam Negeri RI. "Saya kira itu menguatkan apa-apa yang menjadi perjuangan keadilan kita yaitu pemekaran," katanya.

"Karena idealnya Jabar kalau pakai rasio 1 juta untuk satu kabupaten dan kota harusnya 40-an tapi ini baru 27, ini perjuangan panjang tapi minimal mudah-mudahan diselesaikan," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu menambahkan.

Anggota DPRD F-PDIP Abdy Yuhana mengatakan, pemekaran kedua wilayah tersebut merupakan langkah strategis Pemda dan DPRD Jabar.

"Yang pertama selain aspek geografis dan demografis di kedua wilayah itu juga bagian untuk mempermudah aspek pelayanan ke masyarakat," ujar Abdy.

"Alasan selanjutnya saya kira pada aspek keadilan hubungan pusat dan daerah, anggaran yang diberikan pemerintah pusat ke daerah seperti kalau dibandingkan antara Jabar dan Jatim selisihnya berbeda hampir Rp 2 triliun dari dana desa saja. Dari aspek demografis populasi penduduk di Jawa Barat hasil BPS Itu sudah hampir 50 juta jiwa," ujarnya.

Dari jumlah penduduk di Kabupaten Bogor mencapai 5,7 juta jiwa, sedangkan Kabupaten Indramayu sebanyak 1,7 juta jiwa. "Harapannya kepada pemerintah pusat segera untuk membuka ruang bagi Jabar untuk persiapan daerah otonomi baru," ujar Abdy.

(yum/mud)