Kantor Dishub Bandung Terendam Banjir, Walkot Oded: Harus Evaluasi

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 26 Mar 2021 11:47 WIB
Kantor Dishub Bandung terendam banjir
Kantor Dishub Bandung terendam banjir (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Kantor Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung yang terletak di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung terendam banjir.

Pantauan detikcom, Jumat (26/3/2021) ketinggian banjir di pintu masuk mencapai betis hingga lutut orang dewasa. Banjir terjadi di pintu masuk dan sebagian halaman di kantor tersebut.

Sejumlah bus yang terparkir di halaman kantor, juga ikut terendam banjir. Selain itu, para karyawan yang hendak masuk ke kantor harus diangkut menggunakan mobil bak terbuka.

Tak hanya itu, akses jalan menuju kantor tersebut juga sama terendam banjir. Banjir terjadi di dua ruas jalan.

Dikonfirmasi terpisah kepada Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pihaknya meminta DPU Kota Bandung agar melakukan penyedotan air di halaman kantor Dishub tersebut.

"Ya saya minta ke PU secepatnya (penyedotan), kan ada pompa dengan pompa bisa cepat surut," kata Oded ditemui di Masjid Al-Ukuwah, Jalan Wastukencana.

Saat disinggung, mengapa genangan air di kawasan Gedebage lambat surut, Oded menyebut kawasan tersebut merupakan cekungan Bandung.

"Karenakan Gedebage cekungan Bandung, konsep pembangunannya tidak ditingkatkan dulu, harusnya diurug dulu seperti Sumarecon," tuturnya.

Karena banjir terjadi dibagian depan dan halaman, Oded meminta kepada jajaran Dishub Kota Bandung agar mengevaluasi kembali agar banjir tersebut tidak terulang.

"Saya minta ke Dishub agar mereka menganalisa kembali, kira-kira seperti apa, inikan sudah dibangun, mereka harus mengevaluasi kembali supaya tidak banjir," pungkasnya.

Selain itu, akses jalan menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung terendam banjir.

Pantauan detikcom, Jumat (26/3/2021) sekitar Pukul 09.00 WIB genangan banjir terjadi di ruas jalan sebelum dan sesudah Kantor Dishub Kota Bandung.

Ketinggian air di kedua ruas jalan itu, mencapai betis orang dewasa. Sejumlah kendaraan roda dua jenis metik mengalami slip Continuously Variable Transmission (CVT) akibat menerobos genangan banjir tersebut.

"Banjirnya cukup dalam nih," ujar M Alawi (24) saat melintas di jalan tersebut.

Alawi menyebut, karena ketinggian banjir cukup tinggi, air masuk ke dalam blok CVT.

"Mesin gak mati, air aja masuk CVT, jadi slip harus nunggu kering dulu," ujar Alawi.

Agar bisa melanjutkan perjalanan, Alawi harus memanaskan mesin motornya dahulu hingga air dari blok CVT keluar dan kering.

"Iya harus dipanasin dulu, gasnya ditarik ulur supaya air cepat keluar, kalau mesin panas air di CVT juga ikut kering," tambahnya.

Alawi menambahkan, banjir yang terjadi di jalan tersebut akibat saluran air lebih tinggi daripada ruas jalan sehingga air lama surutnya.

"Kontur jalan ini juga lebih rendah dibandingkan jalan sebelumnya. Banjirnya disini aja, kalau kesannya mah enggak karena kontur jalannya lebih tinggi," tambahnya.

Alawi berharap, kepada Pemkot Bandung segera melakukan penyedotan air di jalan tersebut. "Ini harus segera disedot airnya karena mengaggu arus lalu lintas," pungkasnya.

Simak juga 'Warga yang Terseret Banjir Bandang di Sumedang Ditemukan Tewas':

[Gambas:Video 20detik]



(wip/mso)