Kecanduan Game Online, 2 Bocah Cimahi Berhenti Sekolah Setahun

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 17:56 WIB
esport di Asian Games
Ilustrasi anak bermain game online. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Cimahi -

Dua anak usia SMP di Kota Cimahi terpaksa berhenti sekolah selama satu tahun lantaran harus menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan jiwa. Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengungkapkan dua bocah kelas VII SMP itu mengalami kecanduan game online.

"Ada dua siswa kelas VII SMP di Kota Cimahi berhenti sekolah selama satu tahun karena harus menjalani perawatan dan pemulihan akibat kecanduan game online," kata Retno melalui keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

Dia mengungkapkan awal mula temuan dua anak kecanduan game online itu saat mereka tidak muncul saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dari situ kemudian ditelusuri dan didapati fakta bahwa mereka adiksi game online.

"Pihak sekolah yang tahu lebih dulu karena anaknya enggak ikut PJJ. Kemudian dilaporkan ke KPAI soal temuan tersebut," ujar Retno.

Dampak kecanduan game online pada dua anak tersebut mengubah pola tidur. Selagi waktunya mengikuti pembelajaran secara online, dua bocah itu malah tidak hadir karena tertidur.

"Mereka main game sampai subuh. Setelah subuh tidur, jadi saat PJJ dia tidak hadir karena memang sedang tidur akibat begadang semalaman," kata Retno.

Saat ini dua anak yang mengalami kecanduan game online tersebut tengah menjalani rawat jalan untuk memulihkan kondisinya. "Sedang rawat jalan, mereka terapi dengan psikiater. Proses penyembuhannya lama kalau sudah kecanduan," kata Retno.

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono mengaku baru mengetahui ada siswa kelas VII SMP yang mengalami kecanduan game online sehingga harus berhenti sekolah selama setahun.

"Saya belum terima laporannya. Nanti saya cek," ujar Harjono singkat.

Simak juga Video: Diduga Kecanduan Game Online, Bocah di Subang Meninggal Dunia

[Gambas:Video 20detik]



(bbn/bbn)