RK Sebut Jabar Surplus Beras, Berapa Stok di Gudang Bulog?

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 15:25 WIB
Rencana impor beras oleh mendapat penolakan oleh sejumlah pihak, termasuk dari Dirut Perum Bulog. Yuk kita lihat stok beras Bulog di gudang Cimahi, Jawa Barat.
Ilustrasi stok beras (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk menunda impor beras, pasalnya saat ini ketersediaan beras di Jabar tengah surplus dan juga akan menghadapi masa panen raya. Lalu bagaimana ketersediaan beras di gudang Bulog Kanwil Jabar ?

Kepala Kanwil Bulog Divre Jawa Barat Taufan Akib mengatakan, saat ini stok beras yang ada di wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar sekitar 168 ribu ton. Jumlah itu itu terdiri dari 167,3 ribu ton cadangan beras pemerintah (CBP) dan stok beras premium sekitar 700-an ton.

Adapun kapasitas gudang yang dimiliki di Bulog Kanwil Jabar sebanyak sekitar 401 ribu ton yang tersebar di 7 Kantor Cabang Bulog di wilayah Jawa Barat sehingga masih terdapat ruang di gudang untuk penyerapan pengadaan sekitar 245 ribu ton.

"Jadi dari sisi ketersediaan gudang di Bulog Jawa Barat tidak terlalu masalah dalam.penyerapan pengadaan. Jikalau pun penuh tentunya kami akan meminta izin ke Kantor Pusat untuk dapat menggunakan gudang-gudang pihak lain (swasta maupun pemerintah) dalam mengatasi masalah keterbatasan pergudangan atau alternatif lainnya dengan mengajukan ke kantor Bulog Pusat untuk dapat melaksanakan kegiatan movement (pergeseran) stok ke wilayah-wilayah Perum Bulog di seluruh Indonesia," ujar Taufan saat dihubungi, Rabu (24/3/2021).

Untuk menyerap hasil panen padi petani, ujar Taufan, Bulog Jabar telah menyiapkan sejumlah strategi di antaranya mengoptimalkan peran Satker ADA dan Mitra Kerja Pengadaan dan jaringannya serta UP (unit pengolahan) untuk meningkatkan penyerapan gabah atau beras.

Selain itu, untuk meminimalisasi potensi harga gabah di bawah HPP, Bulog Jabar juga melakukan market intelligence baik mandiri atau bekerja sama dengan pihak terkait seperti BPS, Dinas pertanian setempat untuk mengetahui harga atau produksi lebih awal di lokasi yang akan panen, sedang panen atau telah panen.

"Turun ke lapangan yg terdapat informasi harga di bawah HPP untuk dilakukan pengecekan kualitas secara bersama sama," katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata konsumsi beras per kapita per tahun di Jabar sebanyak 128,4 kilogram.

"Jumlah penduduk Jawa Barat sekarang kan ada di kisaran 49.350.000 orang, kalau saya itung-itungan kasar itu memerlukan beras itu kurang lebih 6.000.400 ton beras untuk dalam setiap tahun, itung-itungan kami dari kacamata panen bulan Januari dan Februari, Maret-April, itu kan ada potensi panen," kata Dadan di Gedung Sate.

"Yang potensi panen yang menetapkan bukan kami, BPS Badan Pusat Statistik. kita menghitung kelihatannya. Sudah saya konfirmasi soal beras 322 ribu ton beras, sampai dengan bulan April. dan juga April ini memang lagi panen raya. jadi masalah yang tadi kita katakan, itu kan faktual," imbuh Dadan.

(yum/mud)